KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menanggapi isu berkurangnya bantuan keuangan (bankeu) bagi kabupaten dan kota pada tahun 2026.
Menurut Rudy, penurunan anggaran ini terjadi karena pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada perencanaan keuangan pemerintah daerah.
“Bukan hanya wali kota dan bupati, kita juga merasakan. Kemungkinan tahun depan anggaran bisa berkurang Rp2-3 triliun,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Kondisi ini, lanjut Rudy, menjadi tantangan bagi seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Timur. Ia menekankan agar kabupaten dan kota tidak hanya bergantung pada dana transfer dari pusat, tetapi mulai mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan.
“Oleh karena itu, semua kabupaten dan kota di Kalimantan Timur harus berupaya maksimal untuk meningkatkan PAD mereka,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa bantuan dari pusat akan sangat terbatas karena kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat. Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya dan anggaran yang ada agar kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik tetap terpenuhi.
“Dana transfer dari pusat tentu akan sangat terbatas, jadi kita harus pintar memaksimalkan potensi yang ada di daerah,” pungkasnya. (mell)