merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Akhir Penantian Panjang Listrik Desa Karangan Ilir

img 20251214 wa0004
Foto bersama Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto dan warga RT 08 Karangan Ilir (milen/ESDM Kaltim)

KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Penantian panjang masyarakat Desa Karangan Ilir, Kabupaten Kutai Timur, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mendekati kenyataan. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, desa yang selama ini hidup tanpa penerangan listrik permanen itu kini bersiap menyambut masuknya jaringan listrik negara melalui program Jaringan Operasi Sambung Listrik (JosPol) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kepastian tersebut terungkap saat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja langsung ke Desa Karangan Ilir. Kunjungan ini dipimpin Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, yang secara khusus meninjau kondisi desa serta progres pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Menariknya, kunjungan tersebut dilakukan pada waktu yang tidak biasa, yakni sekitar pukul 00.00 WITA. Bambang mengatakan, peninjauan dilakukan pada malam hari agar pemerintah dapat melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat yang selama puluhan tahun hidup tanpa listrik.

“Selama 80 tahun Indonesia merdeka, desa ini belum pernah merasakan listrik. Selama ini warga hanya mengandalkan genset yang menyala sekitar empat jam saja setiap hari,” ujar Bambang.

Melalui program JosPol yang diinisiasi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, pemerintah provinsi mulai membangun jaringan listrik permanen di wilayah tersebut. Infrastruktur yang telah dibangun meliputi Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) dan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dengan total panjang mencapai sekitar 12 kilometer.

Dirinya menargetkan, apabila tidak ada kendala teknis di lapangan, aliran listrik PLN sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Desa Karangan Ilir sebelum akhir Desember tahun ini. Menurutnya, kehadiran listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi, serta pelayanan dasar masyarakat. “Kita berharap akhir Desember ini masyarakat sudah bisa menikmati listrik secara penuh,” tegasnya.

Ketua RT 08 Desa Karangan Ilir, Agus Supriadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya kepada Gubernur Rudy Mas’ud. Ia menyebut masyarakat, terutama di wilayah Kampung Kakao, telah lama menantikan hadirnya listrik PLN.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Rudy Mas’ud. Kami mewakili masyarakat Karangan Ilir, khususnya di Kampung Kakao, bersyukur karena tahun ini desa kami segera dialiri listrik. Pemasangan tiang sudah selesai,” ujar Agus.

Menurutnya, penantian panjang selama puluhan tahun akhirnya tidak sia-sia. Warga kini menaruh harapan besar terhadap perubahan kualitas hidup setelah listrik benar-benar mengalir. “Harapan kami selama 80 tahun ini akhirnya terwujud. Kami sudah bisa merasakan penerangan dari PLN. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” katanya.

Program JosPol sendiri menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mewujudkan pemerataan akses energi, terutama bagi desa-desa terpencil yang selama ini terisolasi secara infrastruktur. Dengan masuknya listrik ke Desa Karangan Ilir, pemerintah berharap aktivitas ekonomi lokal tumbuh dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *