KALTIMVOICE.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mendorong percepatan hilirisasi limbah kelapa sawit berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat serta para pelaku usaha sektor perkebunan di daerah tersebut.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit dengan menggelar Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM di Aula Kantor Bupati PPU, Selasa.
Bupati Penajam Paser Utara sekaligus Ketua Umum AKPSI, Mudyat Noor, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan agar para pengolah dan pekerja sawit di daerah tidak sekadar bergantung pada hasil panen utama, tetapi juga mampu mengolah limbah sawit menjadi berbagai produk turunan berkualitas tinggi.
“Kita bekerja sama dengan BPDP Sawit dalam rangka hilirisasi limbah sawit skala UMKM. Kita berharap para pekerja dan pengolah hasil sawit bisa memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk turunan yang bagus dan bernilai jual,” kata Mudyat Noor usai membuka kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, potensi pemanfaatan limbah kelapa sawit sangat luas. Berdasarkan pemantauan langsung pada pameran UMKM di Jakarta beberapa waktu lalu, produk olahan limbah sawit terbukti memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk UMKM dari bahan baku lainnya.
Mudyat menyebutkan sejumlah produk kreatif turunan yang berhasil diproduksi dari limbah sawit, mulai dari peralatan rumah tangga seperti piring olahan limbah, kerajinan tangan, tas, hingga olahan cacahan pelepah atau batang sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik maupun bahan olahan menyerupai sabut kelapa.
“Saya lihat langsung di Jakarta, produknya luar biasa dan sangat bagus. Mulai dari piring, tas, sampai kerajinan dari cacahan batang atau pelepah sawit. Makanya saya minta langsung agar workshop ini dilaksanakan di Penajam Paser Utara,” tegasnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara terpilih menjadi satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya menyelenggarakan program pelatihan khusus ini. Selain PPU, kegiatan serupa hanya dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat).
Melalui lokakarya yang seluruh pembiayaannya didukung oleh BPDP Sawit ini, Pemkab PPU akan menginventarisasi dan menentukan jenis produk turunan limbah sawit yang paling potensial dan cocok untuk dikembangkan oleh para pelaku UMKM lokal.
Mudyat optimistis, dengan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dan pendampingan teknis yang tepat, Kabupaten Penajam Paser Utara mampu memelopori pengolahan limbah perkebunan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kita lihat nanti bagaimana hasil dari workshop ini, produk turunan apa yang paling pas dikembangkan di Penajam. Kita berharap PPU bisa menjadi daerah percontohan bagi wilayah lain dalam hal pemanfaatan limbah sawit berbasis UMKM,” pungkas Mudyat.
(Adv64/diskominfoppu/udin.zacrez)