KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menegaskan bahwa bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat tidak hanya memicu kerugian ekonomi akibat rusaknya lahan komoditas perkebunan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat secara langsung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, di Penajam, menyatakan penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla menjadi ancaman serius bagi aktivitas harian dan kesehatan warga.
“Dampaknya nyata, kerugian ekonomi terjadi karena sekian banyak lahan yang memiliki komoditas perkebunan terbakar. Di samping ekonomi, masyarakat juga terdampak langsung. Jika kita tidak bisa menghirup udara segar, tentu itu sebuah kerugian yang besar bagi kita semua,” kata Tohar.
Menyikapi buruknya kualitas udara di wilayah Penajam Paser Utara, Tohar menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat untuk terus memantau indikator indeks standar pencemar udara secara intensif sebagai acuan kebijakan kegiatan belajar mengajar.
Pengukuran kualitas udara kini dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari, guna memastikan keselamatan para siswa di sekolah.
“Hasil pengukuran udara tersebut harus dijadikan referensi oleh jajaran Disdikpora. Apakah dengan kondisi cuaca seperti saat ini sistem pembelajaran akan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau tetap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kewajiban mengenakan masker bagi seluruh siswa dan guru,” ujarnya.
Terkait dengan dampak kesehatan masyarakat, Tohar mengungkapkan bahwa pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara telah melaporkan adanya dampak nyata akibat paparan asap karhutla, khususnya potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Guna mengantisipasi lonjakan kasus gangguan pernapasan, Dinkes Penajam Paser Utara berkoordinasi secara linier dengan Kementerian Kesehatan untuk memantau serta melaporkan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala.
“Pak Kadis Kesehatan tadi menyampaikan bahwa emisi asap karhutla ini jelas berdampak pada kesehatan warga. Pelaporan dan pemantauan terus dilakukan secara terintegrasi ke Kementerian Kesehatan untuk meminimalkan risiko lonjakan penyakit saluran pernapasan,” tutur Tohar.
Pemkab Penajam Paser Utara terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar mengurang aktivitas di luar ruangan tanpa pelindung diri serta tetap menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari dampak buruk paparan asap karhutla.
(Adv56/diskominfoppu/udin.zacrez)