desain sukseskan kukar idaman terbaik

Pemkab PPU Dorong Budaya Baca Sejak Dini Melalui Peran Aktif Keluarga dan Guru

whatsapp image 2026 10 12 at 11.59.31
Sekda PPU Tohar saat memberikan arahan terkait pentingnya keterlibatan keluarga dan sekolah dalam membangun budaya literasi masyarakat.

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus menggalakkan upaya penguatan budaya membaca di tengah masyarakat dengan menyasar ranah keluarga dan lingkungan pendidikan. Langkah ini diambil untuk menanamkan kegemaran membaca sejak usia dini, sehingga generasi muda tidak hanya sekadar menjadi penerima informasi pasif, melainkan mampu mencerna dan memahami pengetahuan secara lebih mendalam.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menegaskan bahwa upaya membangun tradisi literasi bukanlah tugas satu pihak semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang berpusat pada peran orang tua dan tenaga pendidik. Menurutnya, sinergi kedua elemen tersebut sangat krusial dalam memberikan keteladanan nyata serta membiasakan aktivitas membaca dalam pola hidup sehari-hari.

“Persoalannya ini maknanya bahwa sebetulnya menumbuhkan budaya literasi yang menjadi beban kita. Beban orang tua, termasuk beban kita juga, beban para guru,” kata Tohar saat membahas bantuan buku untuk perpustakaan, Kamis (8/10/2026) lalu.

Lebih lanjut, Tohar menjelaskan bahwa penyediaan sarana fisik seperti bantuan bahan bacaan saja tidak akan cukup tanpa adanya ekosistem yang kondusif. Anak-anak membutuhkan atmosfer pendukung yang konsisten agar membaca bisa bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup, baik ketika berada di rumah maupun lingkungan sekolah.

Di lingkungan domestik, orang tua memegang peranan kunci sebagai panutan utama. Ketika kebiasaan membaca diperlihatkan dan dipraktikkan secara konsisten oleh orang tua di rumah, anak-anak akan jauh lebih mudah mengenal, menyukai, dan mengadopsi tradisi positif tersebut. Oleh karena itu, beban penguatan literasi tidak boleh dilimpahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan semata.

Sementara itu di ranah sekolah, para guru memiliki posisi strategis untuk mengarahkan para siswa agar aktif memanfaatkan buku sebagai fondasi pengetahuan utama. Pengintegrasian aktivitas membaca ke dalam proses pembelajaran harian dinilai efektif untuk memperluas cakrawala berpikir sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran secara menyeluruh.

Di sisi lain, Sekda PPU juga menyoroti pergeseran pola masyarakat dalam menyerap informasi seiring tingginya penetrasi teknologi digital. Kendati internet menawarkan kemudahan dan kecepatan akses informasi tanpa harus membuka buku fisik, Tohar mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan membaca secara utuh dan mendalam agar daya kritis tetap terasah.

“Sekarang kita mau apa, tidak boleh belum mencari buku, browsing apa itu bisa. Nah, tapi akan beda orang yang membaca dan melihat sama hanya membuka otak-atik browsing itu kan berbeda,” ujarnya.

Melalui penguatan kolaborasi antara keluarga dan pihak sekolah, Pemkab PPU optimistis budaya literasi di wilayahnya akan tumbuh pesat. Pemerintah daerah berharap pendekatan ini dapat mencetak generasi mendatang yang memiliki kegemaran belajar mandiri, kritis dalam memahami informasi, serta menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidup sehari-hari.

(Adv7/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *