KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU), Kalimantan Timur, mendorong pemerintah pusat untuk membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan menuju dua fasilitas pendidikan baru di wilayahnya, yakni Sekolah Rakyat di Kelurahan Lawe-Lawe dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Babulu Darat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU mencatat total kebutuhan penanganan jalan akses menuju dua sekolah program pusat tersebut mencapai panjang sekitar 1,3 kilometer. Pemkab PPU telah mengajukan usulan penanganan ini kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Karena ini menjadi program pusat, kami dari pemerintah daerah mencoba meminta bantuan dari pusat untuk membangun jalan aksesnya,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, di Penajam, Kamis (17/9/2026).
Petriandy menjelaskan, fasilitas pertama yang diusulkan adalah Sekolah Rakyat di Gang Banteng, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. Sekolah berasrama khusus keluarga miskin ini membutuhkan penanganan akses sepanjang 200 hingga 300 meter. Usulan anggaran sekitar Rp6 miliar telah diinput melalui aplikasi Sinergitas, Transparansi, Integrasi, Akuntabel (SITIA) untuk program IJD.
Sementara itu, akses menuju SNT Babulu di Kecamatan Babulu memerlukan penanganan fisik lebih besar. Berdasarkan pengukuran lapangan, panjang ruas yang diusulkan mencapai sekitar 1,3 kilometer dengan estimasi kebutuhan anggaran awal sekitar Rp20 miliar.
“Kalau 1,3 kilometer itu kurang lebih bisa di Rp20 miliaran,” kata Petriandy.
Jalur akses SNT Babulu disepakati melewati area samping masjid menuju SMK Negeri 3 PPU. Hasil identifikasi menunjukkan lebar lahan rata-rata berada pada kisaran tujuh hingga 10 meter. Kendati demikian, PUPR PPU masih berkoordinasi dengan kementerian terkait guna menyelesaikan hambatan teknis berupa penyesuaian lahan pagar masjid yang sudah terbangun.
Kondisi eksisting jalan menuju SNT Babulu sebagian telah menggunakan konstruksi rigid pavement selebar lima meter, sedangkan sisanya masih berupa tanah dan agregat. Rencana penanganan akan mencakup pelebaran jalan, penambahan bahu jalan, serta pembuatan sistem drainase.
Mengenai waktu pelaksanaan, Pemkab PPU akan menyinkronkan pengerjaan jalan dengan perkembangan pembangunan fisik kedua sekolah yang saat ini masih dalam tahap persiapan kontrak. Pemerintah daerah berharap dukungan pendanaan pusat dapat terealisasi agar aksesibilitas transportasi siap digunakan saat fasilitas pendidikan beroperasi.
(Adv/diskominfoppu/udin.zacrez)