merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Teras Samarinda Tahap II Dikebut Jelang Lebaran, Segmen 1 Butuh Tambahan Rp10 miliar

img 20260303 wa0017
Inspeksi mendadak (sidak) ke Teras Samarinda Tahap II oleh Komisi III DPRD Kota Samarinda bersama Dinas PUPR, Selasa (3/3/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Rencana pembukaan Teras Samarinda Tahap II jelang Lebaran didukung DPRD Kota Samarinda. Namun, di balik kesiapan tiga segmen yang telah rampung, satu segmen lainnya masih menyisakan pekerjaan dan usulan tambahan anggaran Rp10 miliar.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Kota Samarinda bersama Dinas PUPR melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Teras Samarinda segmen 1, 2, 3, dan 4, Selasa (3/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan realisasi fisik di lapangan sekaligus mengevaluasi item pekerjaan yang belum tuntas.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni, menyebut dari 4 segmen Tahap II, hanya segmen 1 yang belum selesai. “Dari 4 segmen, tinggal segmen 1 yang belum selesai. Segmen 2 dan 3 sudah selesai, bahkan sudah serah terima untuk proses penyerahan aset. Segmen 4 juga sudah selesai meski belum serah terima,” ujarnya.

Segmen 4 sebelumnya mendapat adendum perpanjangan waktu 50 hari dan kini secara fisik dinyatakan rampung. Meski begitu, DPRD tetap memberi sejumlah catatan, terutama terkait kualitas dan keselamatan fasilitas.

Catatan itu salah satunya terkait fasilitas playground di segmen 4. DPRD meminta material dan alas arena permainan benar-benar diperhatikan agar tidak cepat rusak akibat paparan cuaca.

Sementara itu, segmen 1 yang memiliki panjang sekitar 400 meter dengan nilai pekerjaan Rp49 miliar masih menyisakan tiga item pekerjaan. Dinas PUPR mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pelapisan lantai PVC, penyelesaian taman, serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

“Tadi disampaikan ada usulan tambahan Rp10 miliar. Nanti kita lihat lagi item pekerjaannya apakah sesuai dengan angka yang diajukan,” ujar Deni.

DPRD juga menyoroti penggunaan reling besi hollow di segmen 1. Mereka meminta agar material disamakan dengan segmen lain yang menggunakan stainless steel demi keamanan dan ketahanan jangka panjang.

Meskipun demikian, DPRD mendorong agar segmen yang sudah selesai bisa segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya menjelang libur Lebaran.

“Ketika sudah serah terima dan selesai pekerjaan, harusnya bisa digunakan masyarakat. Kalau bisa jelang Lebaran ini dibuka supaya jadi salah satu destinasi saat libur,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Samarinda, Andriyani, menjelaskan bahwa meski segmen 2, 3, dan 4 telah rampung secara fisik, pembukaannya masih menunggu kejelasan pengelolaan. “Kita harus tahu dulu siapa yang mengelolanya. Kalau ada kerusakan atau masalah kebersihan, tanggung jawabnya ke mana,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses penyerahan aset sebenarnya sudah dilakukan. Namun, penetapan pihak pengelola masih dalam tahap pembahasan sehingga kawasan tersebut belum dapat difungsikan untuk umum.

Sementara itu, untuk segmen 1 yang memang belum rampung, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR Ilham mengungkapkan adanya kendala teknis saat pelaksanaan di lapangan.“Awalnya saat merancang ada batu di area tertentu, jadi kita beda metode. Pakai pre-boring sehingga biayanya berbeda dengan pemancang biasa,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas PUPR Samarinda, Hendra Kusuma, menyebut tambahan pekerjaan di segmen 1 masih menunggu kepastian anggaran.“Kalau sudah dimulai, kurang lebih enam bulan selesai karena tinggal finishing saja,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *