merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kukar Raih Panji Penghargaan Arindama Utama, Sektor Ekonomi Jadi Penopang Utama

img 20260112 wa0027
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Ahyani Fadianur Diani (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Panji Penghargaan Arindama Utama pada peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kinerja dan capaian Kukar, khususnya di sektor perekonomian daerah.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Ahyani Fadianur Diani, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih memiliki keterkaitan erat dengan berbagai program dan aktivitas ekonomi yang selama ini dijalankan oleh Pemkab Kukar.

“Kita pertama mensyukuri, ya. Pertama bisa dapat di bidang ekonomi. Hubungannya sebenarnya banyak itu yang bidang ekonomi. Salah satunya mungkin kita juga pernah mendapatkan TPID World. Ya, TPID World Nasional. Kemarin kita jadi juara 1. Nah, ini mungkin ada korelasinya juga dengan apa kegiatan ekonomi yang ada di kita,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Selain pengendalian inflasi daerah, dirinya menjelaskan, pembangunan infrastruktur ekonomi juga menjadi faktor pendukung. Salah satunya adalah pembangunan pasar yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Terus yang kedua adanya pasar pasar. Pembangunan pasar di apa? Di Tanggarung Square. Nah, ini juga untuk menumbuhkan apa? UMKM dan perekonomian di Kutai Kartanagara,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Kukar terus melakukan perbaikan dan penguatan kegiatan ekonomi masyarakat agar meningkatkan daya beli sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi lintas sektor.

Ia juga menjelaskan, penghargaan Arindama Utama diperoleh melalui proses penilaian yang ketat dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Persiapan tersebut, menurutnya, telah dilakukan sejak jauh hari oleh perangkat daerah terkait.

“Kita ngikutin persyaratan terus ada beberapa hal yang diwajibkan ya untuk mengikuti itu. Nah, kebetulan dari kegiatan yang dilakukan kawan-kawan terutama yang di pertanian ya, pertanian sama perkebunan tadi juga dapat satu dan yang satu kan di ekonomi ini dua,” jelasnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut bukan hasil kerja dalam waktu singkat, melainkan buah dari proses panjang dan konsistensi dalam memenuhi indikator penilaian.

Terkait arah kebijakan ke depan, Pemkab Kukar akan tetap fokus pada penguatan sektor ekonomi, khususnya UMKM, pertanian, dan perikanan. Hal ini sejalan dengan komitmen Wakil Bupati Kukar yang dinilai sangat konsen dalam mendorong pengembangan UMKM hingga ke seluruh kecamatan.

“Masih, masih dalam proses yang sama sebenarnya. Karena setiap tahun kan tetap dilakukan proses itu,” katanya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Kukar menargetkan penambahan jumlah UMKM binaan. Saat ini, tercatat lebih dari 4.000 UMKM, dengan sekitar 1.500 di antaranya dalam proses pembinaan lanjutan. Pemkab Kukar juga menyediakan dukungan permodalan melalui skema kredit tanpa bunga guna mendorong pertumbuhan usaha masyarakat. Program ini memungkinkan pelaku UMKM memperoleh pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta, bahkan hingga Rp500 juta tanpa bunga. “Iya, tanpa bunga,” tegas Ahyani.

Ia menyebutkan, dana yang disiapkan untuk permodalan UMKM mencapai puluhan miliar rupiah dan telah berputar secara berkelanjutan, dengan tingkat pengembalian yang dinilai sangat baik. Skema ini akan terus dikembangkan untuk memperkuat akses permodalan dan keberlanjutan usaha UMKM di Kutai Kartanegara. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *