KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Timur, Awang Jumri, menegaskan, Kaltim memiliki modal pariwisata yang sangat kuat dari sisi alam, budaya, dan destinasi buatan.
Menurutnya, banyak wisatawan mancanegara datang bukan hanya karena keunikan fauna endemik seperti orang utan dan pesut, tetapi juga karena kekayaan budaya lokal yang tidak dimiliki daerah lain.
“Nature, culture, dan manmade itu tiga alasan kenapa orang datang ke suatu daerah. Dan tiga-tiganya kita punya. Bahkan kekuatannya besar sekali,” kata Awang, Senin (8/12/25).
Ia menyebutkan sejumlah contoh kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Sungai Mahakam, pantai-pantai di Berau, hingga keberadaan satwa endemik yang hanya bisa ditemui di wilayah tertentu. Di sisi budaya, Kaltim memiliki keragaman yang kuat seperti Budaya Kutai, Paser, Dayak, Banjar, dan lainnya. Pagelaran budaya, ritual adat, hingga kuliner lokal sering menjadi magnet wisatawan mancanegara.
Sementara itu, destinasi buatan seperti MLG, taman bermain, hingga berbagai waterboom juga menambah variasi aktivitas wisatawan domestik. Keberagaman ini menurut Awang menjadikan Kaltim sebagai daerah dengan paket wisata komplet.
Namun, ia menegaskan, kekuatan besar itu belum sepenuhnya termanfaatkan karena satu faktor utama yaitu akses. Banyak wisatawan, katanya, tertarik melihat pesut, menyusuri sungai, atau berkunjung ke pedalaman, tetapi perjalanan jauh dan kondisi jalan menjadi hambatan.
“Orang itu mau datang karena tertarik dengan alam kita. Tapi ketika melihat aksesnya jauh atau sulit, mereka bisa berubah pikiran,” ujarnya.
Awang juga menyoroti perlunya sinergi kebijakan antara Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, dan Dinas Perhubungan agar jalur menuju destinasi wisata diperbaiki. Seringkali jalan yang perlu ditangani justru merupakan jalan pusat sehingga kewenangannya terbatas.
Meski begitu, ia tetap optimistis, dengan perbaikan akses dan koordinasi yang lebih kuat, pariwisata Kaltim dapat menjadi salah satu yang paling diminati di Indonesia. “Potensi kita luar biasa. Tinggal bagaimana membuka jalannya agar wisatawan bisa menikmatinya,” tutupnya. (yud)