KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial RI akan menjadi angin segar bagi ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Kutai Timur. Sebanyak 15 ribu anak terdata sebagai calon peserta, yang berasal dari kategori desil satu dan dua dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, mengatakan, data awal ini perlu diverifikasi ulang. “15 ribu itu akan kita verifikasi, apakah mereka semuanya bersedia disitu. Siapa yang tidak bersedia dan siapa yang tidak,” jelasnya. Proses verifikasi dan validasi (verval) menjadi tahap penting karena tidak semua keluarga bersedia menitipkan anaknya di sekolah berasrama.
Program SR dirancang sebagai sekolah terpadu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Semua kebutuhan siswa akan ditanggung pemerintah pusat, mulai dari perlengkapan belajar hingga fasilitas asrama. “Sudah lengkap, ada ruang kelas untuk belajar, kantor, terus asrama. Ada juga lapangan untuk olahraga dan lain sebagainya,” ungkap Ernata, Sabtu (22/11/25).
Agar menunjang program tersebut, Pemkab Kutim telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di Jalan Simono, Sangatta Utara. Lahan ini sedang dikaji oleh PUPR, Dinas Perumahan, BPKAD, dan BPN. Setelah kajian rampung, barulah Kutim mengusulkan lokasi tersebut ke Kementerian Sosial untuk dilakukan survei kelayakan.
Kapasitas kelas akan mengikuti standar nasional, yaitu 25-30 siswa. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada pada keluarga. “Itu semua akan dikembalikan pada orang tua siswa. Apakah mau menitipkan anaknya di sekolah,” kata Ernata.
Program ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak kurang mampu di Kutim. (adv/diskominfokutim/yud)