merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Viral Kasus Infeksi Cacing di Sukabumi, Begini Imbauan Dinkes Kaltim

whatsapp image 2025 08 25 at 15.34.05 f062aaf0
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Mualimin.

KALTIM VOICE, SAMARINDA — Warga dikejutkan dengan kasus seorang balita berusia empat tahun di Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia akibat infeksi cacing. Sebelum meninggal, ribuan cacing ditemukan di tubuh korban.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Mualimin, menanggapi kasus tersebut, mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Menurutnya, cacing termasuk parasit yang sering menyerang anak-anak. “Infeksi cacing bisa membuat anak kekurangan gizi meskipun pola makannya baik, karena nutrisi justru diambil oleh cacing dalam usus. Dampaknya bisa perut buncit, gizi buruk, bahkan stunting,”jelasnya Senin (25/8/2025).

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim sudah menjalankan program pemberian obat cacing gratis yang bisa diakses melalui posyandu maupun Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Jaya menekankan bahwa anak-anak yang sering bermain tanpa alas kaki di tempat kotor adalah kelompok paling rentan. Gejala cacingan biasanya bisa dilihat saat anak buang air besar, di mana cacing kecil terlihat keluar bersama feses.

Untuk kasus ringan, obat antiparasit yang dijual bebas seperti Upixon atau Combantrin bisa dikonsumsi. Namun, jika jumlah cacing sudah banyak, penanganan medis tetap diperlukan.

Jaya juga mengingatkan, penularan cacing sering terjadi lewat lingkungan yang tidak bersih, misalnya dari WC umum tanpa sanitasi layak atau makanan yang terkontaminasi.

“Karena itu, biasakan pakai alas kaki, cuci tangan pakai sabun, dan pastikan makanan yang dimakan benar-benar higienis,”ujarnya.

Ia menambahkan, pemakaian WC yang bersih dan tertutup sangat dianjurkan, berbeda dengan jamban tanpa leher angsa yang rawan menyebarkan telur cacing. Menurutnya, kurangnya perhatian pada kebersihan pribadi kemungkinan besar menjadi penyebab utama kasus di Sukabumi.

Menutup keterangannya, Jaya kembali mengingatkan warga agar tidak menyepelekan masalah ini. “Kami berharap masyarakat tetap tenang tapi waspada. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan, pastikan makanan diolah dengan benar, dan bagi pelaku usaha makanan juga penting untuk menjaga standar kebersihan agar tidak membahayakan konsumen,”tegasnya.

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *