merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tepis Isu Jembatan Tenggarong Goyang, Bupati Aulia Pastikan Aman Dilalui

whatsapp image 2026 02 10 at 09.02.56

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Isu Jembatan Tenggarong ‘goyang’ yang sempat menjadi perbincangan masyarakat di media sosial (medsos) segera ditepis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal ini muncul usai terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jembatan Tenggarong pada Minggu malam (8/2/2026) sekitar pukul 19.24 WITA yang melibatkan dua sepeda motor.

Bupati Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa hasil rekaman CCTV, menunjukkan kecelakaan tidak ada hubungannya dengan kondisi jembatan. “Kalau kita lihat CCTV-nya, kecelakaan itu terjadi karena satu kendaraan mengambil alih jalur sebelah kanan dan menabrak motor dari arah berlawanan,” jelasnya, Senin (9/2/2026).

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar kata dia, sudah melakukan tugasnya, yakni mengukur dan memeriksa jembatan. Hasilnya, masih aman untuk dilalui. “Tentunya jika kondisi jembatan tidak aman, tindakan langsung akan segera kami lakukan. Pemeliharaan rutin juga tetap dialokasikan untuk menjamin keselamatan warga,” katanya.

Diakui Wakil Bupati Rendi Solihin, volume lalu lintas kerap kali meningkat secara signifikan menjelang bulan suci Ramadan, sehingga pengendara diimbau untuk lebih waspada. “Pengendara harus selalu memperhatikan aspek keselamatan, menggunakan helm, memeriksa kendaraan, dan patuh terhadap rambu serta marka jalan. Semoga kecelakaan bisa dikurangi dengan kesadaran masyarakat,” terangnya.

Menurut Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.24 WITA. Dua sepeda motor terlibat, satu dari arah Tenggarong Seberang menuju Tenggarong, dan satu dari arah Tenggarong menuju Tenggarong Seberang. “Pengendara dari arah Tenggarong Seberang mendahului kendaraan di depannya, masuk ke lajur berlawanan. Saat itu, ia menabrak motor yang datang dari arah berlawanan di tengah-tengah jembatan,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, ada tiga korban yang dilarikan ke RSUD AM Parikesit, terdiri dari satu pengendara sendiri dan dua orang berboncengan. Selama proses evakuasi, petugas melakukan pengaturan lalu lintas buka-tutup untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus sehingga kemacetan hanya berlangsung sekitar 15–20 menit.Kasat Lantas menegaskan, meski muncul isu jembatan goyang melalui medsos, sebenarnya tidak ada keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut saat proses evakuasi berlangsung.

“Keluhan jembatan goyang itu enggak ada. Yang pasti ketika di jembatan, langsung kami arahkan kendaraan agar tetap jalan. Jadi kita melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, buka tutup dulu, karena ada proses evakuasi korban dan barang bukti, serta pengamanan terkait TPTKP Laka Lantasnya,” tuturnya.

Ia kemudian mengingatkan para pengendara untuk mematuhi aturan yang berlaku saat melintasi jembatan. Seharusnya jika berada di jembatan, kendaraan tidak boleh mendahului kendaraan lain.“Posisi di belakang, ya tetap di belakang. Struktur jembatan sempit, di samping kanan-kirinya ada sungai, dan ada marka lurus, jadi sangat berisiko jika mendahului,” tegasnya.

Pelanggaran sederhana seperti mendahului di tengah jembatan sempit bisa berakibat fatal. Selain berisiko menabrak kendaraan dari arah berlawanan, pengendara juga bisa terjatuh ke sungai di sisi jembatan.

Kondisi ini tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga bisa mempersulit proses evakuasi. Semua pengendara harus menyadari bahwa keselamatan di jalan sangat bergantung pada kedisiplinan mereka sendiri.

“Kalau sampai kecelakaan dan pengendara nyemplung ke sungai, pekerjaan evakuasi akan jadi dua kali lipat, dan tentu ini sangat membahayakan nyawa. Jadi kesadaran dan disiplin masyarakat sangat penting,” tutupnya.(*/)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *