KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Kebakaran yang melanda SMP Negeri 2 Samarinda pada Rabu kemarin (1/4/2026) langsung direspons cepat Pemerintah Kota Samarinda. Fokus utama saat ini bukan hanya pemulihan bangunan sekolah, tetapi memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) ratusan siswa tetap berjalan tanpa terhenti.
Wali Kota Andi Harun menegaskan, penanganan darurat langsung disiapkan agar KBM tidak terdampak terlalu lama akibat kebakaran tersebut.
“Besok akan segera kita rapatkan. Yang pasti kegiatan belajar mengajar tidak boleh berhenti,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Sejumlah opsi tengah disiapkan sebagai solusi sementara, termasuk kemungkinan meminjam atau menyewa gedung lain jika memang dibutuhkan.
Langkah ini dilakukan sambil menunggu keputusan teknis bersama Dinas Pendidikan (Disdik) dan perangkat daerah terkait.
“Apakah opsinya akan kita carikan alternatif sementara, nanti kita rapatkan dengan Disdik dan teman-teman di Pemkot,” katanya.
Di sisi lain, ruang kelas yang terbakar dipastikan masuk kategori prioritas untuk segera dibangun kembali karena menyangkut layanan dasar pendidikan. Pemkot bahkan membuka kemungkinan pergeseran anggaran agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Menurut Andi Harun, dalam situasi efisiensi anggaran sekalipun, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah sebagaimana arahan pemerintah pusat.

Skema pendanaan, kata dia, masih akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melihat kemungkinan pergeseran anggaran dari program lain yang masih bisa ditunda.
“Nanti saya tanya dulu bagian keuangan, TAPD, kira-kira dana mana yang akan kita geser yang masih bisa ditunda di tahun depan,” ujarnya.
Untuk sementara, perhatian utama pemerintah kota diarahkan pada keberlanjutan aktivitas belajar siswa sambil menyiapkan langkah pemulihan bangunan sekolah secara bertahap.
“Tapi suka tidak suka, mau tidak mau, yang prioritas dulu kita pikirkan bagaimana agar kegiatan belajar berlanjut.” tandasnya. (mell)