KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan Rp3 miliar untuk pengadaan peralatan kesehatan bagi kabupaten/kota terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan dari Bantuan Presiden (Banpres) tersebut mencakup tabung oksigen, masker, multivitamin hingga obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Anggaran itu merupakan bagian dari total Banpres Rp20 miliar yang dialokasikan Pemprov Kaltim untuk penanganan karhutla. Dari jumlah tersebut, Rp10 miliar dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rp7 miliar Dinas Kehutanan, dan Rp3 miliar Dinkes Kaltim.
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan anggaran tersebut seluruhnya digunakan untuk pengadaan barang, bukan insentif relawan. Bantuan akan didistribusikan ke kabupaten/kota secara proporsional berdasarkan kondisi daerah terdampak.
“Pemprov bagikan ke kabupaten/kota yang terdampak, bukan untuk pemprov. Jadi kita distribusikan sesuai dengan kondisinya pada saat ini dan sebagian nanti akan menjadi stoknya kabupaten-kota,” kata Andi.
Peralatan yang disiapkan meliputi tabung oksigen, oksigen konsentrator, oksigen portabel, masker KN95 dan masker bedah, multivitamin serta obat-obatan untuk ISPA dan penyakit terkait paparan asap.
Sebagian perlengkapan juga diperuntukkan bagi relawan yang bertugas di lapangan. Oksigen portabel dapat digunakan untuk membantu petugas yang mengalami sesak napas saat menangani karhutla.
“Bukan insentif relawan. Jadi berupa barang juga, misalnya oksigen yang dibawa itu bisa dipakai untuk yang mengalami sesak pada saat penanganan karhutla,” jelasnya.
Saat ini, pengadaan masih berlangsung sehingga bantuan belum diterima kabupaten/kota. Sementara itu, Dinkes Kaltim meminta masyarakat yang mengalami sesak akibat asap mendatangi puskesmas. Fasilitas ruang udara bersih dan tabung oksigen telah disiapkan untuk membantu warga hingga kondisinya membaik.
Pelayanan kesehatan bagi warga yang tidak memiliki jaminan juga dapat ditanggung melalui program Gratispol. Andi turut mengingatkan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan partikel halus dalam asap.
“Kalau sudah berasap, harusnya masker N95 atau KN95. Kalau masker medis mungkin harus rangkap supaya mencegah partikel-partikel yang kecil, yang 2,5 mikron terhirup,” tutupnya. (mell)