merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Ramadan Hargai Perbedaan, Ini Imbauan Kemenag Samarinda

img 20260218 wa0008
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Nasrun (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Momen bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menjaga keharmonisan sosial.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Nasrun, menyampaikan imbauan agar umat Muslim menyambut Ramadan dengan kesiapan spiritual dan sikap saling menghormati. Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang sarat makna, sehingga pelaksanaannya perlu dijaga agar tetap khusyuk dan kondusif.

Tidak hanya fokus pada ibadah personal, Nasrun menekankan pentingnya menjaga harmoni di ruang publik, mengingat masyarakat memiliki latar belakang dan kondisi yang beragam. “Kami mengimbau agar mari kita laksanakan ibadah Ramadan ini dengan sebaik-baiknya, menghargai toleransi jika ada perbedaan, serta menghormati saudara-saudara kita yang mungkin tidak berpuasa,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan selama Ramadan seharusnya tercermin melalui aktivitas yang positif dan bernilai ibadah. Ia mengingatkan agar euforia menyambut Ramadan tidak justru diwarnai kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban maupun kenyamanan masyarakat.

“Mari kita ramaikan dan hidupkan bulan Ramadan, tetapi tidak mencederainya dengan kegiatan negatif seperti balapan atau hal-hal yang tidak bermanfaat,” katanya.

Lebih lanjut, Nasrun menuturkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah ketentuan guna memastikan pelaksanaan aktivitas selama Ramadan berjalan tertib. Aturan tersebut disusun sebagai pedoman bersama agar kegiatan keagamaan tetap berlangsung semarak tanpa mengabaikan ketertiban umum.

Peraturan itu mencakup penggunaan pengeras suara di tempat ibadah, tata cara pelaksanaan kegiatan sahur, hingga aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadan. Dengan adanya pedoman tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga ketenangan lingkungan sekitar.

“Ketentuan mengenai penggunaan pengeras suara, pergerakan sahur, hingga kegiatan malam hari sudah diatur dan dikeluarkan oleh Bapak Wali Kota. Saya kira kita mengikuti apa yang terbaik,” tandas Nasrun. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *