merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Puluhan SPPG Belum Penuhi Syarat Infrastruktur, Program MBG di Samarinda Masih Bertahap

img 20260207 wa0016
Andi Harun, Wali Kota Samarinda, meninjau langsung penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar (SD) (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda masih dilakukan secara bertahap seiring dengan belum terpenuhinya kesiapan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kondisi ini menyebabkan sejumlah sekolah belum menerima manfaat MBG, termasuk di kawasan Sungai Kunjang.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Korwil SPPG Samarinda, Hariyono, mengatakan keberlangsungan program MBG sangat bergantung pada kesiapan mitra yang bekerja sama dengan BGN. Mitra diwajibkan menyediakan sarana, prasarana, serta bangunan dapur sesuai standar sebelum SPPG dapat beroperasi optimal.

“Di Samarinda masih ada beberapa mitra yang belum menyelesaikan renovasi infrastrukturnya, sehingga ada sekolah yang belum bisa mendapatkan MBG,” ujarnya, Sabtu (7/2/2027).

Selain persoalan infrastruktur, keterbatasan kapasitas layanan juga menjadi faktor. Setiap SPPG dibatasi maksimal melayani 3.000 porsi per hari. Saat ini, sejumlah SPPG telah mencapai batas tersebut, sementara yang lain masih menunggu peningkatan kapasitas secara bertahap.

“Satu SPPG hanya maksimal 3.000 porsi per hari. Kalau mau naik porsi, tidak bisa langsung, harus menunggu SLHS terbit dulu,” jelas Hariyono.

Hariyono memastikan sekolah-sekolah di Sungai Kunjang, termasuk SDN 16 dan SMA 14 Samarinda tetap masuk dalam sasaran MBG. Namun, penyaluran belum bisa dilakukan sekaligus karena menyesuaikan radius layanan dan status perizinan SPPG di sekitarnya.

“Kalau SPPG itu sudah terbit SLHS, pasti akan naik porsi dan sekolah di sekitarnya akan disasar,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 40 SPPG di Samarinda telah beroperasi, dengan 26 di antaranya telah mengantongi SLHS. Sementara sisanya masih dalam proses pengurusan izin. BGN menargetkan total 84 SPPG dapat berdiri untuk memastikan seluruh sekolah di Samarinda terlayani program MBG.

Lebih lanjut, ia menegaskan menjelang bulan Ramadan program MBG tetap berjalan dengan penyesuaian mekanisme. Penerima manfaat yang berpuasa akan tetap mendapatkan MBG dalam bentuk paket kering. “Mereka tetap dapat, tapi diberikan dalam bentuk paket kering yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa,” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *