KALTIMVOICE, SAMARINDA– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan serius, baik dalam hal distribusi maupun kualitas pelaksanaan. Hingga kini, Kabupaten Mahakam Ulu tercatat belum tersentuh program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Pendamping Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim, Muhammad Sirajul Amin Mubarak mengungkapkan, seluruh kabupaten/kota di Kaltim sudah memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kecuali Mahakam Ulu.
“Saat ini sudah ada 40 SPPG yang beroperasi di seluruh Kaltim, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu yang belum ada sama sekali,” ujarnya, Kamis (25/9/25).
Ia menambahkan, minimnya sosialisasi, kondisi geografis yang terpencil, serta akses transportasi yang sulit menjadi penyebab utama program belum berjalan di kabupaten termuda di Kaltim tersebut. “Mahulu memang kurang mendapat sosialisasi. Namun BGN berencana membangun SPPG di semua kabupaten/kota, termasuk Mahulu,” jelasnya.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan pemerintah provinsi akan segera mendorong pengadaan MBG di Mahulu. “Kita segera dorong bupati Mahakam Ulu agar bisa melaksanakan program ini,” kata Seno Aji.
Selain fokus pada perluasan distribusi, Seno juga menyinggung pentingnya evaluasi menyeluruh menyusul temuan makanan basi di SMA 13 Samarinda. Ia menegaskan akan memanggil Kanwil MBG Kaltim agar memastikan kualitas makanan tidak kembali bermasalah. “Kita akan panggil dan evaluasi, pokoknya jangan sampai terjadi lagi di Kalimantan Timur,” tegasnya. (yud)