KALTIMVOICE.ID, PENAJAM-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bergerak cepat mematangkan persiapan teknis pesta adat dan festival budaya tahunan masyarakat Paser, Nondoi 2026. Perhelatan kebudayaan berskala daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal tersebut dijadwalkan bakal berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 9 hingga 12 November 2026.
Langkah percepatan dan pematangan ini dilakukan demi memastikan seluruh rangkaian acara dapat menyuguhkan atraksi budaya yang memukau sekaligus berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Penajam Paser Utara, Safwana, menegaskan bahwa pihak Disbudpar PPU bersama Lembaga Adat Paser (LAP) serta jajaran penyelenggara (Event Organizer) terus melakukan koordinasi intensif. Sinergi antarinstansi dan tokoh adat ini menjadi kunci utama dalam merancang skema kegiatan yang matang dan representatif.
“Pelaksanaan pesta adat Nondoi dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 9 hingga 12 November. Ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus kita lestarikan,” ujar Safwana saat memberikan keterangan resminya.
Safwana menjelaskan, koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan guna membahas berbagai detail teknis di lapangan. Hal tersebut mencakup kesiapan lokasi acara, tata kelola lalu lintas, fasilitas pengunjung, hingga akomodasi para pengisi acara dan tamu undangan yang diprediksi memadati arena festival.
“Kami kembali menggelar rapat pematangan teknis bersama pihak Lembaga Adat Paser dan EO untuk memfinalkan seluruh skema kegiatan,” tambah Kadisbudpar PPU tersebut.
Pesta adat Nondoi sendiri bukan sekadar agenda seremoni tahunan belaka. Ritual dan festival ini memiliki kedudukan sakral serta nilai sejarah mendalam bagi suku Paser di Penajam Paser Utara. Secara tradisi, Nondoi merupakan ritual bersih kampung atau bentuk rasa syukur serta permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar daerah terhindar dari marabahaya dan senantiasa dilimpahi keberkahan.
Selain menyajikan prosesi ritual adat yang sarat dengan kekayaan spiritual, festival budaya ini juga akan menyuguhkan berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional, pameran kriya, hingga bazar kuliner khas lokal. Pemerintah daerah berharap, selain menjaga kelestarian warisan leluhur Paser, perhelatan Festival Nondoi 2026 ini mampu mendongkrak daya tarik pariwisata daerah serta menggairahkan roda perekonomian para pelaku UMKM setempat.
(Adv34/diskominfoppu/udin.zacrez)