merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Perumdam Tirta Kencana Siap Luncurkan Air Minum Kemasan, Tinggal Tunggu Izin Edar

img 20260124 wa0007
Foto: Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana, Widyastuti Supartinah (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda memastikan kesiapan peluncuran produk air minum dalam kemasan (AMDK) produksi sendiri. Seluruh tahapan pembangunan pabrik dan perizinan utama telah rampung, dan saat ini perusahaan tinggal menunggu terbitnya izin edar sebagai syarat akhir sebelum produk dipasarkan.

Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana, Widyastuti Supartinah, mengungkapkan, secara teknis dan administratif, hampir rampung. “Alhamdulillah, pembangunan pabrik sudah selesai. Untuk file juga sudah lengkap. Yang kita tunggu sekarang hanya izin edar. Untuk nama produk, mesin produksi, semuanya sudah diaudit oleh BPOM. Sertifikat halal sudah keluar, SNI juga sudah keluar,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, izin edar menjadi dokumen wajib yang harus dimiliki sebelum produk air minum kemasan dapat diluncurkan dan diperjualbelikan secara resmi kepada masyarakat. “Ketika izin edar itu sudah keluar, insyaallah kita sudah siap launching produknya,” tambahnya.

Dirinya menyebutkan, Perumdam Tirta Kencana menargetkan izin edar tersebut dapat terbit pada tahun ini. Sebelumnya, pihaknya berharap izin tersebut sudah keluar pada Mei atau Juni tahun lalu, namun proses administrasi masih berjalan. “Targetnya di tahun ini, insyaallah. Kalau izin edar sudah keluar, berarti produk sudah bisa dijual belikan,” jelasnya.

Terkait sumber air baku, ia menjelaskan, air minum kemasan tersebut berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kahol. Pabrik produksi juga berlokasi di kawasan yang sama. “Air kita menggunakan air olahan dari IPA Kahol, kemudian ada tambahan treatment khusus hingga menjadi air minum kemasan,” terangnya.

Untuk tahap awal produksi, Perumdam Tirta Kencana masih bersikap hati-hati dan menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pasar. Hal ini mengingat produk air minum kemasan lokal saat ini cukup banyak beredar.“Target produksi awal tentu kita lihat dulu orientasi pasar. Mesin yang kita miliki kapasitasnya sekitar 10 meter kubik atau 10 liter per jam. Nanti akan kita sesuaikan dengan permintaan,” katanya.

Ia menambahkan, sebagai unit usaha baru, Perumdam Tirta Kencana masih terus melakukan kajian, termasuk survei pasar dan penentuan harga jual agar produk dapat bersaing secara sehat. “Ini bisnis yang baru pertama kali kita jalankan, jadi betul-betul kita kaji, termasuk kebutuhan pasar dan penentuan harga jual nantinya,” pungkas Widyastuti. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *