KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Suasana hangat Idulfitri terasa kental di kediaman Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, saat menggelar halal bihalal sederhana pada Selasa sore, 23 Maret 2026. Momen ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertemukan sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.
Kehadiran para pejabat lintas daerah itu menciptakan suasana akrab, bahkan mempertemukan kembali hubungan lama yang sempat terpisah oleh dinamika politik. Celni mengakui, kegiatan tersebut memang sengaja digelar sederhana setelah tiga tahun tidak mengadakan open house. “Ya kebetulan ini cuma seputaran hal-hal kecil-kecilan, karena 3 tahun saya sudah tidak melaksanakan open house, jadi memang ini open house dilaksanakan secara sederhana,” ujarnya.
Ia menyebut, tamu yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari staf internal hingga pejabat pemerintahan. Beberapa pimpinan dan anggota dewan juga tampak hadir, termasuk Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor.
Pertemuan antara Celni dan Mudyat Noor turut menjadi sorotan. Keduanya diketahui memiliki hubungan lama sebagai rekan satu partai sebelum menempuh jalan politik masing-masing. Namun, Celni menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak memutus tali pertemanan.
“Kebetulan kita teman baik dan juga sebelumnya kita sama-sama satu partai. Jadi yang jelas kami tetap berteman dan silaturahmi tetap terjadi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mudyat Noor. Ia menilai pertemuan tersebut merupakan bagian dari tradisi silaturahmi yang telah terjalin sejak lama, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah.“Silaturahmi kan keluarga besar dan sebelum jadi bupati kan sudah berteman,” ungkapnya.
Menurutnya, hubungan personal yang telah terjalin selama bertahun-tahun tetap terjaga hingga kini, bahkan semakin kuat meski masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab berbeda. “Sudah puluhan tahun, mungkin belasan tahun lah,” ucapnya.
Ketika disinggung mengenai hubungan dengan partai politik sebelumnya, Mudyat menegaskan tidak ada persoalan berarti. Ia lebih menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah dibandingkan memperdebatkan perbedaan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi, terlebih Kalimantan Timur saat ini berada dalam momentum besar dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara.“Harapannya kita terus bersinergi membangun daerah dengan baik, apalagi kita juga sekarang punya IKN dan untuk membangun Kaltim yang lebih baik,” pungkasnya. (mell)