merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemkab Kutim Dorong Pemerataan Lewat 32 Proyek Multiyears: “Pembangunan Harus Menjangkau Semua Warga”

img 20251122 wa0014
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan sejumlah kecamatan di Kutai Timur (Kutim) mendorong pemerintah daerah mengambil langkah besar melalui pengajuan 32 proyek multiyears untuk periode 2026-2028. Proyek senilai Rp2,1 triliun ini didesain agar menjawab persoalan dasar masyarakat, terutama akses jalan, layanan publik, dan keterhubungan antar kawasan. .

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor menegaskan, paket multiyears ini bukan sekadar program infrastruktur, tetapi ikhtiar pemerataan. “Kami ingin memastikan pembangunan menjangkau semua lapisan warga, bukan hanya yang tinggal di wilayah yang mudah diakses,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Pada skema tiga tahun itu, pemerintah mengajukan Rp600 miliar untuk 2026, Rp900 miliar untuk 2027, dan sisanya pada 2028. Menurut Noviari, pembagian anggaran secara bertahap memungkinkan pengerjaan proyek berlangsung lebih terencana dan konsisten. “Kalau infrastrukturnya kuat, warga akan lebih mudah mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” jelasnya.

Dari 32 proyek yang diajukan, 16 fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan antar kecamatan isu klasik yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga, terutama yang tinggal jauh dari Sangatta. Kondisi jalan yang belum merata membuat pengiriman logistik, akses sekolah, hingga layanan kesehatan sering terhambat.

Pemkab Kutim juga mengusulkan pembangunan pelabuhan senilai Rp200 miliar. Pelabuhan ini dinilai akan membuka jalur distribusi baru, mempercepat mobilitas barang, dan mengurangi ketergantungan pada jalur darat yang kerap terkendala cuaca maupun kondisi jalan. “Pelabuhan ini akan membuka pintu baru bagi aktivitas usaha masyarakat,” kata Noviari.

Sementara itu, proyek Jembatan Telen yang sempat tertunda tidak masuk pada daftar multiyears karena sudah dialokasikan melalui anggaran perubahan tahun berjalan.

Noviari memastikan seluruh paket dirancang bukan hanya membangun fisik, melainkan memulihkan keadilan pembangunan. “Kami ingin setiap rupiah yang dikeluarkan memberi manfaat nyata. Itu komitmen kami,” tegasnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *