merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pelatihan “Jemput Bola”: MTU PUPR Kutim Hadirkan Pembinaan Konstruksi Hingga ke Desa Terjauh

img 20251122 wa0024
Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor.

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini membawa layanan pelatihan tenaga konstruksi langsung ke masyarakat melalui program Mobile Training Unit (MTU). Inisiatif ini menjadi jawaban atas keterbatasan akses masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi konstruksi.

Program MTU diluncurkan oleh Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor, di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen Kutim dalam pemerataan pembinaan tenaga kerja konstruksi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR, Joni Abdi Setia, menjelaskan, MTU memang dirancang untuk menjangkau 18 kecamatan, termasuk wilayah terpencil. “Mobil ini berfungsi sebagai sarana pelatihan berjalan, agar pekerja di daerah yang jauh dari pusat kota tetap bisa mendapatkan pembinaan langsung,” ujarnya, Jumat (21/11/25).

Pelatihan dalam MTU akan menyasar tenaga kerja terampil konstruksi (TKK), mulai dari pemula hingga tingkat lanjutan, sebelum mereka mengikuti uji sertifikasi resmi. “Sebelum disertifikasi, mereka harus menjalani pelatihan terlebih dahulu. Jadi konsepnya jemput bola agar semua kecamatan bisa terlayani,” tambah Joni.

Saat ini, Kutim baru memiliki satu unit MTU. Kendati begitu, PUPR memastikan jadwal pelatihan akan diatur secara bergilir agar semua kecamatan mendapat kesempatan. Pelatihan konvensional tetap berjalan di lokasi tertentu sebagai pelengkap.

Program ini menjadi angin segar bagi desa-desa dengan akses terbatas. Selama ini, banyak pekerja konstruksi kesulitan mengikuti pelatihan karena biaya dan jarak tempuh ke Sangatta. Kehadiran MTU memberikan kesempatan lebih setara bagi tenaga kerja untuk meningkatkan kompetensi.

Dengan tenaga lokal yang terlatih dan tersertifikasi, proyek-proyek pembangunan di Kutim diharapkan bisa menyerap lebih banyak pekerja daerah sendiri, sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi.

“Tujuan akhirnya bukan hanya memberi pelatihan, tapi membangun tenaga kerja yang siap kerja dan siap bersaing,” tutur Joni. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *