merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Mulai Pekan Depan, Jalan Abul Hasan Hanya Bisa Dilalui Satu Arah

whatsapp image 2025 09 20 at 11.18.59 ab5e3816
Ruas Jalan Abul Hasan, perpotongan dengan Jalan KH Khalid dan Jalan Diponegoro, Samarinda. Lokasi ini akan mengalami perubahan arus lalu lintas dengan sistem satu arah. (ns/kaltimvoice).

KALTIMVOICE, SAMARINDA – Kemacetan di jantung Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir kian membuat resah masyarakat. Salah satu titik paling padat adalah Jalan Abul Hasan. Arus lalu lintas di lokasi ini akan segera ditata ulang dengan pola baru.

Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan, mulai pekan depan ruas ini hanya akan dilalui dengan sistem satu arah (SSA). Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan kondisi arus kendaraan di kawasan tersebut sudah masuk tahap darurat.

“Jalan Abul Hasan itu tingkat kinerja ruas jalannya sudah level D ke E. Untuk volume kapasitas jalan sudah mendekati E. Kemudian kinerja simpang RSHD dan Jalan Pangeran Diponegoro dari hasil analisis kita juga sudah kurang baik,” jelasnya, Sabtu (20/9/2025).

Dengan penerapan SSA, pola berkendara masyarakat otomatis ikut berubah. Pengendara dari arah Jalan KH Khalid, yang biasanya bisa langsung masuk ke Abul Hasan kini harus memutar ke Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, lalu Basuki Rahmat, sebelum kembali terkoneksi.

Hanya kendaraan dari simpang Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) yang tetap diperbolehkan masuk. “Rencananya nanti dari arah Jalan KH Khalid tidak bisa lagi masuk ke Abul Hasan. Harus belok kanan ke Jalan Diponegoro, kemudian masuk ke Jalan Imam Bonjol, Basuki Rahmat, baru ke Jalan Abul Hasan. Namun dari simpang RSHD tetap bisa masuk,” terang Manalu.

Perubahan ini tentu akan menguji kesabaran pengguna jalan, terutama pada pekan-pekan awal penerapan. Dishub pun menyiapkan petugas untuk berjaga di titik-titik tertentu agar masyarakat cepat beradaptasi. Tidak hanya arah kendaraan, siklus lampu lalu lintas di simpang RSHD juga dipangkas dari empat fase menjadi tiga. Jalur lurus dari Abul Hasan ke Jalan Agus Salim ikut ditutup permanen.

“Selain mematangkan rambu, kita ubah waktu siklus traffic light di simpang RSHD. Dari Abul Hasan yang biasanya bisa lurus ke Jalan Agus Salim, itu akan kita nonaktifkan,” ujarnya.

Menurut simulasi Dishub, keputusan mengubah dua arah menjadi satu arah bisa membawa perubahan signifikan. Kinerja jalan yang semula di level kritis diproyeksi naik ke level B. “Kalau secara analisis, kinerja simpangan maupun ruas jalan jadi lebih baik. Maka ini akan diberlakukan permanen,” tegas Manalu.

Dishub menilai opsi ini adalah solusi paling masuk akal. Upaya pelebaran jalan sudah tidak memungkinkan lagi, sementara jumlah kendaraan terus bertambah. “Kita tidak lagi bisa melebarkan jalan, sementara volume kendaraan semakin tinggi. Maka satu-satunya jalan adalah manajemen lalu lintas, dari dua arah menjadi satu arah,” sambungnya.

Pola satua arah di Jalan Abul Hasan ditargetkan berlaku pada 23 atau 24 September 2025. Selama dua minggu pertama, pengendara akan didampingi petugas Dishub di lapangan untuk membantu menyesuaikan pola berkendara. “Mungkin Selasa atau Rabu depan akan kita mulai. Traffic light masih akan kita atur lagi. Selama satu sampai dua minggu pertama, petugas akan mendampingi pengendara agar lebih cepat beradaptasi,” katanya.

Dishub berharap masyarakat bisa menerima perubahan ini demi kenyamanan bersama. “Harapannya kelancaran lalu lintas di kawasan Abul Hasan dan simpang RSHD meningkat, sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini jadi keluhan warga,” pungkasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *