KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, mengungkapkan rencana pembangunan infrastruktur berskala besar berupa kawasan waterfront dan jalur riverside road di Samarinda dan Balikpapan. Proyek tersebut disiapkan sebagai langkah strategis jangka panjang untuk mengatasi persoalan kemacetan yang semakin kompleks di dua kota utama Kaltim.
Pembangunan ini juga diarahkan sebagai antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat seiring mulai beroperasinya Ibu Kota Nusantara (IKN). Secara keseluruhan, proyek tersebut masuk dalam lima program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk periode pembangunan 2025–2029, dengan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp7 triliun.
Menurut Rudy Masud, konsep pembangunan jalur tepi sungai tidak semata-mata difungsikan sebagai ruang publik, tetapi juga dirancang sebagai jalur alternatif yang mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
“Untuk Samarinda, rute yang direncanakan dimulai dari Jembatan Mahkota hingga kawasan Tempat Pelelangan Ikan. Jalur ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di Jembatan I serta akses menuju kawasan Selili,” ujar Rudy Masud, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, di Kota Balikpapan, pembangunan riverside road dirancang membentang dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan hingga kawasan monumen di depan Markas Kodam VI/Mulawarman.
Jalur tersebut disiapkan sebagai alternatif baru guna menopang arus kendaraan yang selama ini terkonsentrasi di Jalan Jenderal Sudirman. Rudy menilai kehadiran jalur baru tersebut penting untuk mencegah terjadinya kemacetan parah, terutama pada waktu-waktu sibuk seperti jam berangkat dan pulang kerja, jam pulang sekolah, serta saat akhir pekan dan hari libur.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika Ibu Kota Nusantara mulai beroperasi, kemacetan tidak berpindah dari Jakarta ke Balikpapan atau wilayah Kalimantan Timur. Hal tersebut harus kita antisipasi sejak dini,” katanya.
Meski telah masuk dalam rencana strategis, realisasi pembangunan tersebut masih sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Pemprov Kaltim menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini dapat menembus angka Rp7 triliun sebagai salah satu prasyarat utama pelaksanaan proyek.
Rudy Masud menjelaskan, dari total kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp7 triliun, porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan di Balikpapan. “Anggaran saat ini masih dalam tahap perencanaan. Namun, perkiraan kebutuhan untuk Samarinda sekitar Rp2 triliun, sedangkan untuk Balikpapan diproyeksikan mencapai kurang lebih Rp5 triliun,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih melakukan studi kelayakan terhadap kedua proyek tersebut. Pemprov juga akan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Kota Balikpapan, meskipun kewenangan pengelolaan wilayah perairan berada di tingkat provinsi.
“Karena wilayahnya berada di perairan, kewenangan pengelolaan dari nol hingga 12 mil laut berada pada pemerintah provinsi. Namun demikian, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota tetap akan dilakukan,” pungkas Rudy.
Sebagai catatan, waterfront merupakan kawasan di sepanjang tepi sungai atau laut yang dikembangkan untuk ruang publik dan aktivitas masyarakat. Adapun Riverside Road adalah jalur jalan yang dibangun mengikuti alur sungai, difungsikan sebagai rute alternatif guna mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.(ns)