merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kisah Stephen, Putra Kutai Barat yang Terbantu Program Gratispol, “Saya Nyaris Mengubur Impian Kuliah”

img 20251117 wa0003
Mahasiswa Politeknik Sendawar, Stephen King.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Di sebuah rumah sederhana di Kampung Tinggang Melapih, Kutai Barat, Stephen King dulu sempat membayangkan masa depannya akan dihabiskan sebagai pekerja. Bukan karena ia tidak ingin kuliah, tetapi karena kondisi ekonomi keluarga membuat keinginannya terasa mustahil.

Baginya, dunia perkuliahan adalah sesuatu yang terlalu jauh untuk dijangkau. Namun, hari ini, Stephen duduk sebagai mahasiswa aktif jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Sendawar. Ia menempuh studi Diploma 3 tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Itu berkat program Gratispol, program andalan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kisahnya menjadi salah satu bukti bagaimana sebuah kebijakan dapat mengubah arah hidup seseorang. Stephen mengingat betul kala dirinya diliputi kegundahan. “Waktu itu saya sudah mengubur impian kuliah, mau bekerja saja untuk bantu orang tua,” tuturnya.

Ia bahkan sempat menyiapkan diri untuk mengikuti tes di salah satu perusahaan. Di tengah kebimbangan itu, seorang kerabat memberi kabar bahwa pemerintah membuka program pembiayaan kuliah gratis untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kabar itu menjadi titik balik bagi Stephen. Ia mencoba mendaftar, mengikuti seluruh prosedur, dan ternyata diterima. “Prosesnya mudah dan cepat. Tidak serumit yang saya bayangkan,” katanya.

Sejak saat itu, jalur pendidikan kembali terbuka untuknya. Kini, bersama lebih dari 200 mahasiswa lain di kampusnya, Stephen menikmati kesempatan belajar tanpa beban biaya. Biaya kuliah yang biasanya mencapai sekitar Rp3,5 juta per semester semuanya ditanggung pemerintah.

Baginya, harapan baru terpampang lebar. “Program Gratispol sangat membantu kami yang kondisi ekonominya sulit. Kalau tidak ada program ini, saya mungkin benar-benar tidak kuliah,” ucapnya.

Stephen yang sebelumnya pesimis, kini semakin yakin menata masa depan. Ia mengikuti berbagai kegiatan kampus dengan semangat. Di balik rasa syukurnya, ia menyampaikan harapan sederhana kepada pemerintah. “Terima kasih atas programnya. Bagi kami yang kurang mampu, ini sangat berarti,” ujarnya.

Kisah Stephen adalah satu dari banyak cerita tentang anak-anak muda Kalimantan Timur yang hidupnya berubah berkat akses pendidikan yang lebih merata. Program Gratispol bukan hanya soal menghapus biaya kuliah, tetapi tentang memberikan peluang kedua bagi mereka yang hampir menyerah sebelum mulai. Dan bagi Stephen, langkah pertama menuju masa depan yang lebih cerah telah dimulai.(adv/diskominfokaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *