merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kasus Mutilasi Jadi Hal Menonjol Dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Samarinda

whatsapp image 2026 03 24 at 16.11.22
Suasana Zoom Meeting Anev Siskamtibmas Operasi Ketupat Mahakam 2026 digelar jajaran pengamanan lintas instansi di Samarinda Theme Park, Selasa (24/3/2026), untuk memastikan kesiapan pengamanan objek wisata selama libur Idulfitri. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pelaksanaan pengamanan arus mudik dan libur lebaran melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Kota Samarinda dipastikan berjalan lancar. Hal itu disampaikan Kapolresta Hendri Umar saat mengikuti Zoom Meeting Analisa dan Evaluasi (Anev) Sistem Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pelayanan Operasi Ketupat 2026 yang dipusatkan di kawasan Samarinda Theme Park, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan langsung kesiapan pengamanan objek wisata di seluruh daerah melalui koordinasi bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Kalimantan Timur, Forkopimda, serta instansi terkait lainnya.

Ia menjelaskan, hingga hari ke-12 pelaksanaan operasi, situasi keamanan di Samarinda secara umum masih terkendali meskipun terdapat satu kasus pembunuhan mutilasi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. “Kalau kita lihat perkembangan di hari ke-12 Operasi Ketupat, alhamdulillah sampai saat ini masih berlangsung aman dan lancar. Ada kejadian menonjol terkait pembunuhan mutilasi kemarin,” jelasnya.

Selain kondisi keamanan yang relatif stabil, kepolisian juga mencatat adanya peningkatan mobilitas masyarakat dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat di sejumlah simpul transportasi utama di Kota Samarinda.

Peningkatan serupa juga terpantau di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Pelabuhan Nusantara serta di Pelabuhan Sungai Kunjang yang mengarah ke wilayah Kota Bangun dan Melak. Meski diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada hari ini, Hendri menyebut kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah pusat berpotensi membuat pergerakan masyarakat lebih tersebar dalam beberapa hari.

“Puncak arus mudik diperkirakan hari ini, tetapi karena kebijakan work from anywhere, kemungkinan pergerakan masyarakat terbagi dalam beberapa hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakteristik masyarakat perkotaan di Samarinda juga membuat pusat keramaian selama libur Lebaran tidak hanya terkonsentrasi di objek wisata alam, tetapi juga di pusat perbelanjaan. “Tempat yang paling banyak didatangi tetap pusat perbelanjaan seperti Big Mall, Samarinda Square, dan Samarinda Central Plaza (SCP),” jelasnya.

Selain itu, lonjakan pengunjung juga terpantau di kawasan Pasar Pagi Samarinda yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. Untuk mengantisipasi potensi kerawanan, kepolisian menempatkan pos pengamanan di pusat keramaian serta melakukan monitoring intensif di kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat. “Kalau di pusat perbelanjaan kita sudah punya pos pengamanan semua,” katanya.

Ia menyebut, terdapat sekitar sepuluh lokasi wisata yang menjadi fokus pengamanan selama libur Lebaran, termasuk Taman Samarendah dan Wonderland Samarinda. Perhatian utama pengamanan difokuskan pada potensi kemacetan, kesiapan lahan parkir, serta keselamatan pengunjung di dalam kawasan wisata. “Fokus perhatian kita kemacetan di depan lokasi wisata, kesiapan kantong parkir, dan imbauan keselamatan di dalam area wisata agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya memastikan situasi Kota Samarinda selama periode libur Idulfitri tetap aman meskipun terjadi pergeseran pusat keramaian masyarakat ke kawasan wisata dan pusat perbelanjaan. “Secara garis besar, sampai hari ini situasi Samarinda selama Hari Raya Idulfitri masih aman dan kondusif,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *