KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kapal wisata KM Cahaya Nur Muhammad mengalami kebocoran hingga membuat posisinya miring saat ditambatkan di kawasan Teras Samarinda Tahap II, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kondisi kapal tersebut menjadi perhatian warga yang berada di sekitar kawasan. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, air masuk ke dalam kapal akibat kebocoran dan membuat kapal oleng, terutama ketika kondisi air sungai surut.
Salah seorang saksi, Wahyu Halilintar, mengatakan informasi mengenai kondisi kapal diperolehnya dari orang-orang di sekitar lokasi, termasuk anak buah kapal (ABK).
“Informasi dari bubuhan sana, kapal itu kemasukan air, memang bocor,” ujar Wahyu.
Menurut informasi yang diterimanya, selain mengalami kebocoran, mesin kapal juga tidak berfungsi. Kondisi tersebut kemudian membuat kapal terlihat semakin oleng.
“Informasi dari ABK, bocor kapalnya, mesinnya tidak berfungsi,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan, Ipda Adi Brata, membenarkan adanya kebocoran pada kapal tersebut. Dari pengecekan awal yang dilakukan di lokasi, kebocoran diketahui berada di bagian belakang sebelah kiri kapal.
“Kalau cek tadi di sana, itu memang ada kebocoran di belakang sebelah kiri,” jelas Adi Brata.
KM Cahaya Nur Muhammad diketahui merupakan kapal wisata yang biasa beroperasi pada akhir pekan. Kapal tersebut umumnya melayani perjalanan menyusuri Sungai Mahakam, dari kawasan Jembatan Mahkota hingga Big Mall.
Namun, persoalan lain turut menjadi perhatian polisi. Kapal tersebut diketahui selama ini ditambatkan di kawasan Teras Samarinda Tahap II, meski sebelumnya pihak kepolisian telah menyarankan agar kapal ditambatkan di lokasi miliknya sendiri.
“Kalau kita sih pernah dari KP3 menyarankan untuk parkir di tempat tambatannya dia sendiri, enggak boleh di situ,” ungkapnya.
Adi mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari pemilik kapal untuk mengetahui alasan kapal masih ditambatkan di lokasi tersebut. Pemeriksaan juga akan mencakup persoalan tempat tambatan kapal.
“Betul, kami coba ambil keterangan dari yang punya kapal seperti apa,” katanya.
Selain mendalami persoalan tambatan, kepolisian juga akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kapal yang mengalami kebocoran hingga akhirnya miring di kawasan Teras Samarinda Tahap II.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebocoran dan kondisi teknis kapal masih dalam penelusuran kepolisian. (mell)