KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kesehatan tidak lagi hanya dipahami sebagai kesehatan fisik semata, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan psikologis yang menjadi fondasi kualitas sumber daya manusia
Kalimantan Timur, sebagai wilayah yang terus bertransformasi seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), kini menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Lonjakan mobilitas penduduk, perubahan tekanan sosial-ekonomi, serta tingginya tuntutan hidup modern menjadi faktor risiko yang berdampak langsung pada kesehatan mental masyarakat.
Menyikapi fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa peran Psikolog Klinis menjadi sangat krusial tidak hanya dalam aspek kuratif (penyembuhan), tetapi juga pada upaya promotif dan preventif.
Mewakili Gubernur Kaltim, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kaltim, Ivan Hariyadi Hardjo Widjojo, menyampaikan bahwa pemprov memandang kesehatan mental sebagai bagian integral dari pembangunan manusia berkelanjutan. Namun, ia mengakui masih ada ganjalan besar di lapangan.
“Kondisi ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, terutama peran aktif organisasi profesi seperti IPK Indonesia untuk mengikis hambatan-hambatan tersebut,” terang Ivan pada Musyawarah Wilayah Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Kalimantan Timur yang dilaksanakan secara virtual, Senin (16/2/2026).
Selain itu, Pemprov Kaltim menyoroti ancaman nyata pada kesehatan mental anak dan remaja. Perubahan sosial yang cepat, pengaruh teknologi digital, hingga dinamika keluarga dan ekonomi berisiko menghambat lahirnya generasi unggul.
Pemerintah berkomitmen mewujudkan Generasi Emas Kaltim yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Target ini mustahil tercapai tanpa menempatkan kesehatan mental sebagai pilar pembangunan kesehatan yang menyeluruh.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPK Indonesia, Raden Ajeng Retno Kumolohadi, menyatakan bahwa Muswil kali ini merupakan momentum strategis untuk menghidupkan organisasi sesuai visi misi IPK Indonesia.
“Muswil bukan sekadar seremoni, melainkan proses evaluasi atas program kerja pengurus periode sebelumnya. Di sini, kita merumuskan langkah penyempurnaan agar organisasi tetap relevan dalam mengimbangi pesatnya perkembangan zaman,” ungkap Retno.
Diharapkan melalui Muswil ini, IPK Indonesia Wilayah Kaltim dapat melahirkan terobosan program yang mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di Bumi Etam. (kaltimprov.go.id)