KALTIM VOICE, KUTAI TIMUR – Program Pendidikan Gratispol kembali memberikan ruang bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan tinggi. Salah satu yang merasakan langsung manfaatnya adalah Ahmad Riffandi, jurnalis Kantor Berita Antara, yang kini resmi terdaftar sebagai mahasiswa S3 Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman.
Riffandi mengaku bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral merupakan mimpi lama yang akhirnya bisa ia wujudkan. Ia menilai program Gratispol hadir sebagai pintu pembuka yang membuat mimpinya lebih mudah dijangkau.
“Berkat Gratispol, saya bisa melanjutkan program S3. Biaya UKT jadi jauh lebih ringan. Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Sebagai jurnalis yang bergelut dengan dinamika informasi, Riffandi meyakini bahwa peningkatan kapasitas merupakan kebutuhan profesional yang tidak bisa ditawar.
“Seorang jurnalis harus menambah kapasitas diri. Jangan berhenti di S1, kalau bisa sampai S3. Dan saya membuktikan itu,” ucapnya.
Ia berharap program Gratispol turut mendorong lebih banyak pekerja media di Kaltim untuk terus menempuh pendidikan tinggi sebagai bentuk peningkatan kompetensi dan kualitas pemberitaan.
Meski merasa sangat terbantu, Riffandi menginginkan program Gratispol berkembang lebih komprehensif di masa mendatang. Tidak hanya menanggung UKT, tetapi juga mendukung kebutuhan akademik lain seperti penelitian, konferensi, maupun biaya hidup bagi mahasiswa luar daerah.
“Harapannya, Gratispol bisa seperti LPDP. Bukan hanya UKT, tapi juga biaya penelitian, konferensi luar negeri, atau kebutuhan lainnya,” kata pria 37 tahun itu.
Ia menuturkan bahwa mahasiswa Kaltim yang menempuh S3 di luar provinsi membutuhkan dukungan finansial tambahan agar dapat fokus menyelesaikan studi tanpa tekanan biaya.
Lahir dan besar di Sangatta, Kutai Timur, Riffandi menjalani pendidikan dasar hingga SMA di kota tersebut. Ia kemudian melanjutkan perjalanan akademiknya ke Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin untuk meraih gelar S1 bidang Ekonomi. Pendidikan S2 ia tempuh di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dengan fokus Ekonomi Syariah.
Kini, dengan masuknya ia ke jenjang S3 Ilmu Ekonomi di Universitas Mulawarman, perjalanan pendidikannya tetap berada pada rumpun yang sama.
“Dari S1 ekonomi, S2 ekonomi syariah, dan sekarang S3 ilmu ekonomi. Semua masih satu rumpun,” tutupnya.
Riffandi berharap ilmu yang ia pelajari dapat memberikan manfaat, baik bagi pekerjaannya sebagai jurnalis maupun kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.