merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Jatah MBG Terhenti Dua Pekan, Siswa SDN 004 Samarinda Kembali Bawa Bekal dari Rumah

img 20260410 wa0004
Tampak SD Negeri 004 Kecamatan Samarinda Utara, yang sudah dua pekan tidak lagi menerima distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Imbas penghentian sementara operasional di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda mulai dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah penerima manfaat. Salah satunya terjadi di SD Negeri 004 Kecamatan Samarinda Utara, yang sudah dua pekan tidak lagi menerima distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak kembali masuk sekolah pascalibur Idulfitri pada 30 Maret 2026, program MBG di sekolah tersebut belum kembali berjalan. Kepala SDN 004 Samarinda, Lilik Hindriastuti, membenarkan bahwa hingga kini siswa belum menerima kembali bantuan makanan tersebut.

“Mulai masuk itu tanggal 30 sampai sekarang tidak ada MBG, berhenti,” ujarnya saat ditemui, Jum’at (10/4/2026).

Kondisi ini membuat aktivitas siswa kembali seperti sebelum adanya program MBG. Anak-anak kini membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah. Para siswa sempat mempertanyakan penghentian program tersebut. Namun, pihak sekolah telah memberikan penjelasan bahwa penghentian terjadi karena adanya perbaikan di dapur SPPG.

“Anak-anak bertanya mengapa tidak ada MBG. Tapi sudah dijelaskan karena ada perbaikan dapur, dan sampai kapan kami juga belum tahu,” jelasnya.

Komunikasi dari pihak SPPG memang telah disampaikan ke sekolah, tetapi belum ada kepastian kapan distribusi MBG akan kembali normal. Selama program MBG berjalan sebelumnya, Lilik menilai kualitas makanan yang diberikan sudah cukup baik dan tidak pernah menimbulkan keluhan dari siswa. “Cukup bagus sih sebenarnya menunya. Selama ini juga tidak ada keluhan dari anak-anak,” katanya.

Program MBG di sekolah tersebut menyasar total 555 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Selama Ramadan, distribusi juga tetap berjalan dengan penyesuaian menu berupa makanan kering.

Meski demikian, penghentian sementara ini dinilai sebagai langkah yang bisa dimaklumi selama bertujuan untuk perbaikan layanan. Lilik berharap ketika program MBG kembali berjalan, pola distribusi dan kualitas menu tetap dipertahankan seperti sebelumnya tanpa perlu perubahan signifikan.

“Kalau memang itu demi kebaikan pelayanan, tidak ada masalah. Yang penting nanti bisa berjalan lagi dengan lebih baik.” tutup Lilik. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *