KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Di tengah percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia tak kalah penting dibanding infrastruktur fisik. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat lokal memiliki kapasitas dan daya saing agar mampu mengambil peran strategis, bukan sekadar menjadi penonton dalam transformasi besar ini.
Program ini menjadi salah satu instrumen utama dalam mendorong putra-putri Kaltim meraih pendidikan terbaik, baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri, dengan harapan mereka kembali membawa ilmu untuk mengabdi di tanah kelahiran.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa Gratispol dirancang bukan hanya menutup biaya kuliah, melainkan seleksi ketat untuk mendapatkan talenta terbaik. “Seleksi saat ini masih berlangsung. Fokus kami adalah memastikan beasiswa ini benar-benar diterima pelajar yang berprestasi dan mampu membawa nama baik daerah,” katanya, Senin (24/11/2025).
Pemerintah provinsi menargetkan mahasiswa Kaltim dapat diterima di kampus-kampus unggulan seperti UI, UGM, ITB, IPB, Unair, Undip, Unhas, ITS, Unpad, hingga UB. Namun, Dasmiah menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan hanya pada kampus tujuan, melainkan relevansi program studi dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Program studi seperti dirgantara, kedokteran, layanan pendidikan khusus, hingga penataan kota sangat relevan untuk pembangunan Kaltim, terutama dalam menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelas Dasmiah.
Khusus untuk jalur luar negeri, mekanisme seleksi dibuat lebih ketat. Hanya mereka dengan rekam jejak prestasi tingkat internasional mulai dari kompetisi Al-Qur’an, olahraga, hingga teknologi yang berhak mengikuti seleksi. Kebijakan itu diterapkan agar beasiswa tidak salah sasaran dan tetap berada dalam koridor kualitas.
“Beasiswa ini bersifat selektif dan berbasis prestasi. Kami tidak bisa memberikannya sembarangan karena jika salah sasaran, akan menimbulkan ketidakpuasan masyarakat. Transparansi menjadi prinsip utama kami,” tegasnya.
Setiap penerima Gratispol diwajibkan menandatangani komitmen untuk kembali ke Kaltim setelah merampungkan studinya. Pemerintah ingin memastikan investasi pendidikan yang diberikan benar-benar kembali dalam bentuk kontribusi nyata bagi daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Kaltim tidak hanya berhasil secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya. Inilah investasi jangka panjang pemerintah dalam mencetak SDM unggul,” tutur Dasmiah.
Melalui Gratispol, Pemprov Kaltim berharap dapat menyiapkan pondasi generasi emas yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga ahli di masa depan. Kehadiran IKN membutuhkan talenta di berbagai sektor, dan beasiswa ini menjadi salah satu jalan untuk melahirkan pemimpin, profesional, serta inovator dari Bumi Etam.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk mencetak generasi emas Kaltim yang siap mengabdi, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)