desain sukseskan kukar idaman terbaik

Geliat Ekonomi di Pesta Adat Nondoi PPU, Kadisbudpar Sebut Jadi Kesempatan Emas Pelaku UMKM

whatsapp image 2026 10 15 at 13.52.36
Disbudpar memastikan bahwa selain berfokus pada penguatan sektor ekonomi lokal, panitia penyelenggara juga mengusung misi besar dalam mempererat hubungan sosial antarwilayah.

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya mengoptimalkan potensi kebudayaan lokal agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang konsisten digelar adalah pelaksanaan Pesta Adat Nondoi. Tradisi tahunan masyarakat Paser ini tidak hanya ditempatkan sebagai prosesi budaya dan ritual adat, melainkan juga dirancang sebagai penggerak roda perekonomian daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara, Safwana, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki pandangan yang lebih luas terhadap keberadaan festival adat tersebut. Menurutnya, Pesta Adat Nondoi menyimpan potensi besar dalam menggairahkan sektor ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) di wilayah setempat.

Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di kawasan Rumah Adat Paser tersebut terbukti efektif menarik antusiasme masyarakat luas. Kehadiran ragam stan yang menyajikan produk kuliner khas, kriya, hingga aneka kerajinan tangan lokal berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan maupun warga lokal yang datang berkunjung.

Suasana kawasan Rumah Adat Paser dilaporkan kian semarak saat memasuki sore hingga malam hari. Alunan panggung hiburan rakyat yang menyajikan pertunjukan seni budaya turut memadati lokasi acara, membuat perputaran ekonomi di sekitar arena pesta adat bergerak sangat cepat dan dinamis.

Dampak positif dari bergulirnya agenda tahunan ini diakui secara langsung oleh pihak dinas terkait. Pesta Adat Nondoi dinilai berhasil membangkitkan gairah usaha para pedagang kecil yang memanfaatkan momen keramaian tersebut untuk meningkatkan omzet penjualan mereka.

“Kegiatan ini jelas membawa dampak positif bagi ekonomi warga. Setiap malam, aktivitas di sekitar Rumah Adat selalu hidup dan ramai dikunjungi warga. Ini menjadi kesempatan emas bagi para pedagang UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk kuliner maupun hasil kerajinan mereka,” paparnya.

Selain berfokus pada penguatan sektor ekonomi lokal, panitia penyelenggara juga mengusung misi besar dalam mempererat hubungan sosial antarwilayah. Guna mewujudkan hal tersebut, pihak penyelenggara secara khusus mengagendakan undangan resmi kepada jajaran pemerintah daerah serta organisasi paguyuban dari kabupaten dan kota tetangga, salah satunya adalah Kabupaten Paser (Tana Grogot).

Langkah kolaboratif ini diambil agar nilai-nilai kebudayaan yang diusung dalam Pesta Adat Nondoi dapat dirasakan secara meluas. Kehadiran para tamu dari daerah tetangga diharapkan mampu merajut tali silaturahmi yang lebih erat, sekaligus memperkokoh persatuan antarwilayah di Kalimantan Timur.

Melalui pendekatan yang inklusif ini, Pesta Adat Nondoi diproyeksikan tidak hanya menjadi milik masyarakat Paser yang berada di Penajam semata, melainkan berkembang menjadi simpul perjumpaan budaya yang merangkul seluruh elemen masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Harapan besar pun disematkan agar pelaksanaan Pesta Adat Nondoi di kawasan Rumah Adat Paser ini senantiasa menjadi ruang perjumpaan yang sarat akan nilai kebersamaan, keberagaman, serta keberlanjutan tradisi leluhur.

“Kami ingin pesta adat ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat. Kunjungan perwakilan dari daerah tetangga serta partisipasi paguyuban warga akan semakin memperkuat persatuan dan kebudayaan di tanah Paser,” tutupnya.

(Adv37/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *