merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Ekonomi Kreatif Kaltim Kian Diperkuat Berbasis Data

img 20251222 wa0026
Foto bersama setelah pemaparan dari Dinas Pariwisata Kaltim bersama Sekda Kaltim, Sri Wahyuni (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar membangun fondasi ekonomi baru terus diarahkan pada penguatan sektor ekonomi kreatif yang berbasis data dan perencanaan jangka panjang. Hal ini tercermin pada rapat penyampaian Laporan Perhitungan Nilai Kontribusi Sektor Ekonomi Kreatif terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur Tahun 2024-2025 yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Senin (22/12/25).

Rapat tersebut menjadi forum strategis agar melihat sejauh mana sektor ekonomi kreatif berperan dalam menopang perekonomian daerah di tengah agenda transformasi ekonomi Kalimantan Timur. Laporan disampaikan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin Kepala Dinas Ririn Sari Dewi, bersama jajaran bidang terkait yang selama ini terlibat langsung dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Dalam pemaparan laporan, dijelaskan bahwa kontribusi ekonomi kreatif menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan sepanjang 2024 hingga 2025. Pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari nilai tambah ekonomi, tetapi juga dari semakin luasnya keterlibatan pelaku usaha kreatif di berbagai subsektor. Penyusunan kajian dilakukan dengan mengacu pada data PDRB sektoral serta klasifikasi usaha ekonomi kreatif berdasarkan KBLI 2020, yang mencakup 17 subsektor.

Sejumlah subsektor unggulan masih menjadi tulang punggung, terutama kuliner, kriya, dan fesyen yang tumbuh seiring meningkatnya aktivitas UMKM dan wirausaha kreatif. Di sisi lain, subsektor berbasis kreativitas dan pengetahuan seperti aplikasi digital, desain, film, animasi, seni pertunjukan, fotografi, hingga penerbitan juga mulai menunjukkan kontribusi signifikan, sejalan dengan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

Laporan tersebut mendapat perhatian langsung dari Sri Wahyuni, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Ia mengapresiasi penyusunan laporan yang menggunakan pendekatan statistik dan metodologi berbasis data, karena dinilai penting sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas perangkat daerah serta sinergi yang solid dengan 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Sekda menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, perangkat teknis, dan para pelaku ekonomi kreatif. Evaluasi tahunan terhadap kontribusi sektor ini dinilai perlu agar kebijakan pengembangan ekonomi kreatif dapat terus disesuaikan dengan dinamika di lapangan.

Ke depan, laporan kontribusi ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi rujukan strategis pada perencanaan pembangunan daerah. Dengan dukungan data yang kuat, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi Kalimantan Timur. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *