merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Dispar Kaltim Dorong Ekraf dan Sektor Pariwisata Bergerak Bersama

img 20260110 wa0038
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kolaborasi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai strategi menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui penyelenggaraan berbagai event, pemerintah berharap dampak ekonomi tidak hanya terasa di lokasi acara, tetapi juga menjalar ke destinasi wisata dan sektor pendukung lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan event pariwisata memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi kreatif sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, event harus dirancang agar mampu mendorong pergerakan wisatawan ke destinasi setempat.

“Salah satu untuk menggerakkan ekonomi kreatif kita adalah pemberdayaan masyarakat, dan salah satunya kita kolaborasikan dengan pariwisata. Jadi event-event seperti ini orang tidak hanya datang ke acara, tapi kita harapkan juga mengunjungi wisata setempat,” ujar Ririn, Sabtu (10/1/2026).

Ia mencontohkan penyelenggaraan event Lom Plai di Kutai Timur yang mampu memberikan efek ganda bagi perekonomian lokal. Kehadiran pengunjung pada event tersebut berdampak langsung terhadap sektor transportasi, perhotelan, hingga usaha masyarakat setempat. “Orang yang datang ke kegiatan itu kan tinggal di sana. Artinya hotel, travel, dan usaha lainnya ikut bergerak. Ekonomi masyarakat juga ikut hidup,” jelasnya.

Terkait perkembangan kunjungan wisatawan, Ririn mengakui, pada tahun lalu terjadi peningkatan wisatawan lokal, namun wisatawan mancanegara mengalami penurunan. Untuk tahun ini, kondisi tersebut diperkirakan relatif sama dengan tahun sebelumnya.

“Kalau secara nasional memang meningkat, tapi untuk Kalimantan Timur kurang lebih sama dengan tahun kemarin. Detail angkanya masih kami finishing karena harus closing data bersama kabupaten/kota dan BPS,” ungkapnya.

Ririn menambahkan, pada pelaksanaan Calendar of Event, perubahan dan penambahan agenda event tetap dimungkinkan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun demikian, komitmen awal pemerintah tetap difokuskan pada penguatan ekonomi kreatif.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah optimalisasi creative hub serta perencanaan penyelenggaraan event-event berskala kecil bersama komunitas. Selain mendorong pergerakan ekonomi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

“Tahun ini meskipun ada efisiensi anggaran, kita masih mengalokasikan sekitar Rp500 juta untuk peningkatan SDM. Fokusnya ke kecamatan dan desa wisata sesuai dengan RPJMD,” jelas Ririn.

Peningkatan SDM tersebut mencakup pelatihan, kegiatan pendampingan, hingga sertifikasi yang dibutuhkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk penguatan kemampuan digitalisasi dan strategi pemasaran. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *