merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Diskominfo Kaltim Tingkatkan Sistem Keamanan Siber di Lingkup Pemerintahan

img 20251202 wa0014
Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Fahmy Asa saat mengiri materi (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat pertahanan digital ditegaskan melalui penyelenggaraan Training Keamanan Cyber Security Basic yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim selama dua hari, 2-3 Desember 2025, di Hotel Yello Samarinda. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah awal menuju standardisasi keamanan informasi berbasis ISO 27001.

Kegiatan tersebut diikuti staf TIK Diskominfo dan sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Hadir sebagai pembicara Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Fahmy Asa, serta Tenaga Ahli Cyber Security dari PT Sentrasolusi Indonesia, Agus Sugiharto.

Fahmy menekankan keamanan siber kini menjadi kebutuhan mendesak pemerintah daerah di tengah meningkatnya insiden digital yang mengancam sistem perkantoran, layanan publik, hingga data sensitif pemerintahan. “Keamanan siber memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data tetap terjaga dari akses tidak sah dan risiko serangan,” jelasnya.

Ia menyebut pelatihan ini menjadi langkah awal Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kapasitas SDM TIK, sekaligus mempersiapkan penerapan standar audit ISO 27001 yang tengah disusun sebagai pedoman keamanan informasi daerah.

Pemerintah menyadari, berbagai serangan siber yang terjadi belakangan tidak hanya menargetkan sektor privat, tetapi juga pemerintah daerah. Karena itu, peningkatan kemampuan teknis pengelola sistem informasi dinilai krusial untuk memastikan layanan publik tetap aman dan berfungsi.

“Diskominfo ingin seluruh pengelola sistem informasi memahami standar global yang diakui. Ini penting agar Kaltim siap menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks,” tegas Fahmy.

Dengan pelatihan ini, Pemprov berharap kesiapan pertahanan siber daerah meningkat, terutama menjelang bertambahnya layanan digital pemerintahan yang membutuhkan keamanan tinggi. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *