KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Transformasi layanan kesehatan di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan melalui berbagai terobosan strategis, mulai dari penguatan fasilitas medis, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola rumah sakit yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur ini mencatat sejumlah capaian penting yang menjadi indikator peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satunya tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester II Tahun 2025 yang dilaksanakan lembaga eksternal independen, yakni Unit Layanan Strategis Pusat Kajian Manajemen dan Kebijakan Pelayanan Kesehatan (PKMKPK) Universitas Mulawarman. Survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang berada pada kategori baik, sekaligus menjadi pijakan evaluasi berkelanjutan bagi manajemen rumah sakit.
Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, dr. Indah Puspitasari, MARS, menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari peran kolektif seluruh unsur rumah sakit dalam menjaga kualitas layanan kesehatan.
“Berbagai capaian yang diraih merupakan wujud komitmen RSUD Abdoel Wahab Sjahranie dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya, Kamis (8/1/26).
Di sisi penguatan layanan medis, RSUD AWS terus melengkapi diri dengan fasilitas berteknologi modern. Peresmian layanan Positron Emission Tomography-Computed Tomography (PET CT) di Instalasi Kedokteran Nuklir menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akurasi diagnosis dan percepatan penanganan pasien, khususnya kasus-kasus kompleks. Kehadiran layanan ini juga diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.
Tidak hanya berfokus pada layanan klinis, RSUD AWS turut memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan melalui peluncuran Clinical Research Unit (CRU). Unit ini dirancang sebagai wadah penelitian kesehatan yang mendorong kolaborasi nasional dan internasional, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan berbasis riset.
“CRU diharapkan dapat mendorong lahirnya riset-riset berkualitas yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” tambah dr. Indah.
Penguatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Berbagai kegiatan ilmiah berskala nasional dan internasional rutin digelar, salah satunya Workshop Internasional Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) yang menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini, khususnya di bidang urologi.
Komitmen terhadap tata kelola rumah sakit berkelanjutan ditunjukkan melalui raihan Peringkat Hijau Program Penilaian Kinerja dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Provinsi Kalimantan Timur Periode 2024-2025. Penghargaan ini mencerminkan penerapan prinsip pelayanan kesehatan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
Dengan berbagai capaian tersebut, RSUD Abdoel Wahab Sjahranie semakin mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada mutu layanan, serta konsisten menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara merata dan berkelanjutan. (yud)