KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Aktivitas arus mudik di Terminal Samarinda Seberang mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Di tengah meningkatnya jumlah penumpang dan armada bus yang beroperasi, tarif angkutan dipastikan tetap.Tanpa kenaikan.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga tiket, meski permintaan terus meningkat menjelang lebaran.“Tidak ada penambahan harga, normal saja dari biasanya,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Terminal yang berlokasi di Jalan Bung Tomo, kawasan Samarinda Seberang ini mulai mengalami peningkatan aktivitas sejak dibukanya posko angkutan lebaran pada Jumat lalu (13/3/2026). Sejak hari pertama, jumlah keberangkatan bus terus menunjukkan tren kenaikan secara bertahap.
Pada awal pembukaan posko, tercatat 9 unit bus diberangkatkan. Angka tersebut kemudian naik menjadi 12 unit pada 14 dan 15 Maret, hingga mencapai 15 unit pada 16 Maret dan hari berikutnya. “Di tanggal 13 itu sembilan unit, lalu naik jadi 12, dan sekarang sudah sekitar 15 unit per hari,” jelasnya.
Selain itu, Yunita juga menjelaskan bahwa total armada yang dimiliki perusahaan otobus (PO) sebenarnya mencapai puluhan unit, namun tidak seluruhnya beroperasi setiap hari. “Jumlah armada dari PO itu 67 unit, tapi tidak semuanya bisa beroperasi. Jadi, sesuai jadwal yang diberikan masing-masing PO,” tambahnya.
Kenaikan jumlah armada yang beroperasi ini berjalan seiring dengan bertambahnya penumpang. Dalam satu hari, tercatat sebanyak 343 penumpang diberangkatkan dari terminal tersebut, mencakup berbagai kategori, mulai dari dewasa hingga anak-anak. “Lonjakan penumpang sudah mulai, kemarin ada 343 manifes penumpang yang berangkat dari sini,” katanya.
Terminal Samarinda Seberang sendiri melayani rute utama Samarinda–Banjarmasin, dengan dua jalur perjalanan yang umum digunakan, yakni melalui Barabai–Amuntai dan jalur Batu Licin. Selain sebagai titik keberangkatan, terminal ini juga menjadi tujuan akhir bagi penumpang dari wilayah Kalimantan Selatan.
Pada kondisi normal di luar musim mudik, aktivitas terminal relatif lebih landai. Jumlah keberangkatan bus hanya berkisar lima hingga tujuh unit per hari dan umumnya belum terisi penuh.Dibandingkan tahun sebelumnya, lonjakan tahun ini dinilai masih bertahap. Sebagai perbandingan, pada hari pertama posko mudik tahun lalu, jumlah keberangkatan langsung mencapai 12 unit dengan tingkat keterisian penuh di setiap armada.
Meski demikian, tren kenaikan yang terjadi secara perlahan justru diharapkan dapat terus meningkat hingga mendekati puncak arus mudik, sehingga distribusi penumpang menjadi lebih merata.“Kita berharap fluktuasi grafiknya dari kecil ke besar, kalau tahun lalu dari besar ke kecil,” pungkasnya. (mell)