KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan program-program sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung tetap berjalan meski daerah menghadapi tekanan anggaran. Bantuan RT sebesar Rp50 juta dan program seragam sekolah gratis menjadi dua program yang dipastikan mendapat perhatian khusus dari pemerintah tahun depan.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan kedua program tersebut. “Program RT dan seragam gratis masih bisa dijalankan. Nanti besarannya kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya, Senin (24/11/25).
Program bantuan RT dinilai penting karena mendukung kegiatan sosial di lingkungan perumahan, mulai dari penguatan kebersihan lingkungan, kegiatan kemasyarakatan, hingga perbaikan sarana kecil yang dibutuhkan warga. Sementara itu, seragam sekolah gratis dinilai mampu meringankan beban orang tua di tengah naiknya kebutuhan pendidikan.
Meski begitu, Mahyunadi menekankan, pemerintah tetap harus realistis dengan kondisi keuangan daerah. “Kalau kuat anggarannya, kita prioritaskan untuk tetap dijalankan. Tapi kalau tidak kuat, semuanya harus disesuaikan,” katanya.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa Pemkab Kutim berupaya menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan kebutuhan sosial masyarakat. Pemerintah tidak ingin menghentikan program prioritas, namun tetap menyesuaikan skala anggaran agar semua program pembangunan berjalan proporsional.
Program bantuan RT dan seragam gratis diharapkan terus memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah yang sangat terbantu melalui kedua program tersebut.
Dengan sikap adaptif ini, Pemkab Kutim menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang bagi pemerintah untuk tetap hadir bagi masyarakat. (adv/diskominfokutim/yud)