KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program prioritas di tengah kebijakan pemotongan dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas P3A Kutim, Idam Cholid, menyebutkan, efisiensi anggaran menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan program tahun ini. Meski demikian, pihaknya berupaya agar kegiatan yang langsung berdampak pada indikator kinerja tetap terlaksana.
“Jadi yang pertama itu ada pemotongan dari pusat, kemudian yang kedua ini ada efisiensi. Nah tentunya dengan kebijakan itu kita nanti memilah dan memilih kegiatan yang prioritas, yang tidak prioritas akan kita kurangi,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Langkah konkret efisiensi dilakukan dengan memangkas sejumlah pos belanja rutin, seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK), dan kegiatan seremonial. “Contohnya perjalanan dinas, waktu itu kita pangkas jadi 50%, kemudian ATK, kemudian seremoni-seremoni yang tidak berpengaruh langsung terhadap indikator kinerja, sudah kita kurangi semua,” jelas Idam.
Meski ruang gerak menjadi lebih terbatas, Dinas P3A tetap fokus menjaga keberlanjutan program perlindungan perempuan dan anak yang menjadi mandat utama. Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas layanan publik, tetapi memastikan anggaran digunakan secara lebih efektif.
Kebijakan tersebut mencerminkan langkah realistis pemerintah daerah dalam menghadapi tekanan fiskal nasional. Dengan menempatkan prioritas pada kegiatan yang berorientasi hasil, Dinas P3A Kutim berupaya agar perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan tetap menjadi fokus utama pembangunan sosial di daerah. (adv/diskominfokutim/yud)