desain sukseskan kukar idaman terbaik

Pemkab PPU Apresiasi Kontribusi Pertamina dan PUPR Memacu Proyek Embung Lawe-Lawe Jelang Hadapi Krisis Super El Nino

whatsapp image 2026 11 02 at 17.28.22
Efisiensi waktu dan anggaran menjadi kunci utama pemerintah daerah dalam menangani proyek infrastruktur pasokan air baku di tengah kondisi krisis.

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nicko Herlambang, mengapresiasi kontribusi dan sinergi PT Pertamina bersama Dinas PUPR PPU dalam memacu pengerjaan fisik Embung Lawe-Lawe seluas 17 hektar secara efisien.

Nicko Herlambang menegaskan bahwa efisiensi waktu dan anggaran menjadi kunci utama pemerintah daerah dalam menangani proyek infrastruktur pasokan air baku di tengah kondisi krisis.

“Harapan kita, dengan beberapa alternatif yang kita coba susun, nanti kita punya kesepakatan dengan teman-teman DPRD. Tentunya apa yang kita sepakati nanti kita upayakan yang terbaik buat masyarakat,” tegas Nicko Herlambang di Penajam, Senin.

Ia mengulas bahwa dukungan Pertamina melalui penyediaan lahan dan operasional sangat membantu pemerintah daerah melangkahi kerumitan pembiayaan proyek jangka panjang.

Kesiapan teknis pengerukan embung dilaporkan oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Ali Mustofa. Ia menjelaskan pengerjaan fisik ditargetkan tuntas dalam waktu 2,5 bulan guna menampung volume air hingga 2,5 juta meter kubik.

“Estimasi kubikasi kita mencapai 2,5 juta meter kubik dengan kedalaman rata-rata 4 meter. Medan di lapangan berupa tanah gambut sehingga butuh treatment khusus agar alat berat tidak tenggelam dan air tidak lagi terbuang melintasi spillway,” terang Ali Mustofa.

Dukungan operasional penuh dipastikan oleh pihak BUMN, yakni Perwakilan Pertamina, Simon Siregar, menyatakan ketersediaan logistik bantuan bahan bakar minyak bagi kelancaran pengerukan.

“Pertamina menyiapkan bantuan BBM jenis solar senilai Rp350 juta. Kami berharap pengerukan fisik ini tuntas sebelum puncak musim hujan di Desember dan Januari, sehingga cadangan air siap menghadapi kemarau 2026-2027,” kata Simon Siregar.

Dukungan penganggaran dan pengawasan regulasi ditegaskan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU, Bijak Ilhamdani. Pihaknya mengapresiasi percepatan teknis di lapangan sembari menunggu dokumen skema anggaran resmi dari eksekutif.

“Kami menyambut baik perancangan teknis dari PUPR dan PDAM. Di DPRD, kami akan mengawal agar prioritas anggaran yang diajukan benar-benar efektif dan efisien demi kepentingan masyarakat,” ujar Bijak Ilhamdani.

Percepatan proyek penampungan ini ditutup dengan penegasan Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, mengenai kesiapan menghadapi cuaca ekstrem Super El Nino pada Maret 2027 sesuai peringatan resmi BMKG dan BRIN.

“Langkah teknis pengerukan ini murni untuk menyelamatkan layanan dasar masyarakat. Kita tidak boleh terlambat agar cadangan air baku terisi penuh sebelum kemarau panjang datang,” pungkas Abdul Rasyid.

(Adv130/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *