merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Sempat Terhenti Akibat Kendala Tiang Pancang, Gedung SDN 010 Palaran Ditarget Tuntas Tahun Ini

img 20260605 wa0003
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Samarinda, Amelia Indah Larasati. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Harapan ratusan siswa SD Negeri 010 Palaran untuk kembali belajar di sekolah sendiri mulai menemukan titik terang. Setelah sempat terkendala pekerjaan tiang pancang pada pembangunan tahap pertama, Pemkot Samarinda memastikan penyelesaian empat ruang kelas yang tersisa akan dilanjutkan tahun ini.

Selama pembangunan belum rampung, sekitar 300 siswa SDN 010 Palaran masih harus berbagi ruang belajar dengan SDN 024 Palaran. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara bergantian dan belum berjalan optimal.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Samarinda, Amelia Indah Larasati, menjelaskan proyek pembangunan sekolah yang dimulai pada 2025 sebenarnya dirancang selesai dalam satu tahap. Namun kondisi tanah di lapangan membuat perencanaan awal harus diubah.

Saat proses konstruksi berlangsung, kedalaman tiang pancang yang dibutuhkan ternyata lebih besar dari perkiraan. Akibatnya sebagian anggaran terserap untuk pekerjaan fondasi dan menyisakan empat ruang kelas yang belum terbangun.

“Pada saat pengerjaan di lapangan ternyata ada koreksi di bagian pancang. Karena itu kami melakukan perubahan pekerjaan sehingga ada empat ruang kelas yang belum terbangunkan,” jelas Amelia.

Meski demikian, Disdikbud memastikan kelanjutan pembangunan telah masuk dalam program tahun anggaran 2026. Tambahan dana sekitar Rp2,3 miliar disiapkan untuk menyelesaikan ruang kelas yang tersisa beserta fasilitas pendukung lainnya. “Insyaallah tahun ini kita selesaikan. Empat ruang kelas itu, kemudian pagar sekolah dan halaman juga akan dikerjakan,” katanya.

Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, siswa SDN 010 Palaran tidak perlu lagi menumpang belajar di sekolah lain seperti yang berlangsung selama ini.

Sebelumnya, Kepala SDN 010 Palaran Sarti mengungkapkan keterbatasan ruang belajar membuat sekolah terpaksa meminjam fasilitas SDN 024 Palaran. Dari kebutuhan 12 ruang kelas, ruang yang tersedia belum mencukupi sehingga siswa harus masuk pada siang hingga sore hari.

Di sisi lain, kebutuhan meubel sekolah juga menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Sejumlah meja dan kursi yang digunakan saat ini dilaporkan mulai mengalami kerusakan akibat usia pakai dan proses perpindahan selama pembangunan berlangsung.

Amelia mengatakan pengadaan meubel belum termasuk dalam tambahan anggaran Rp2,3 miliar tersebut. Namun kebutuhan itu telah masuk dalam daftar prioritas yang akan diperjuangkan pada perubahan anggaran maupun APBD murni 2027.

“Untuk meubel memang belum masuk. Saat ini masih menggunakan yang lama dulu. Tapi kebutuhan itu sudah kami inventarisasi dan menjadi prioritas berikutnya.” pungkas Amelia. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *