KALTIM VOICE, SAMARINDA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Kreativitas Media menggelar program Akselerasi Kreatif (AKTIF) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif daerah, khususnya di subsektor musik.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu, menjelaskan bahwa Akselerasi Kreatif merupakan program peningkatan kapasitas (skill up) bagi talenta-talenta kreatif di berbagai daerah Indonesia.
“Apa itu Akselerasi Kreatif? Itu adalah satu program untuk skill up talenta-talenta kreatif yang ada di Kalimantan Timur. Khususnya hari ini kita berbicara di subsektor musik,” ujar Agustini Rahayu. Senin (10/11/2025) di Samarinda.
Ia menambahkan, fokus program ini adalah membuka akses distribusi dan komersialisasi bagi pelaku kreatif agar nilai tambah ekonomi yang dihasilkan dari sektor musik bisa meningkat.

“Tujuannya untuk skill up talenta-talenta kreatif. Jadi kementerian ekonomi kreatif ini mengurus segala hal yang terkait nilai tambah ekonomi. Kalau di subsektor musik, maka nilai tambahnya adalah bagaimana talenta musik bisa dibukakan channel distribusi dan komersialisasi,” jelasnya.
Ayu juga menyampaikan bahwa proses kurasi peserta dilakukan secara independen oleh kurator dari komunitas lokal. Dalam hal ini, Murphy Radio, band asal Kalimantan Timur, terpilih sebagai perwakilan daerah melalui proses kurasi komunitas, bukan penunjukan langsung dari Kemenekraf.
“Kalau Murphy Radio itu sebenarnya bukan kami yang memilih, tapi kurator. Dan kuratornya berasal dari komunitas di Kalimantan Timur,” tegas Ayu.
Ia juga menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam menjembatani komunikasi antara pusat dan komunitas kreatif.
“Dari pemerintah daerah banyak sekali membantu. Misalnya saat kita perlu koneksi dengan teman-teman komunitas, kita menghubungi Pemda dulu, lalu Pemda memberi masukan komunitas yang relevan,” tambahnya.
Ayu menutup dengan ajakan agar semua pihak bersama-sama mendorong tumbuhnya industri kreatif sebagai fondasi ekonomi daerah dan nasional.
“Yuk kita sama-sama mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu landasan pengembangan ekonomi daerah yang juga akan meningkatkan perekonomian nasional. Semangat terus,” ujarnya.
Kegiatan AKTIF yang diselenggarakan di FISIP Unmul ini juga mendapat sambutan positif dari Dekan FISIP Unmul, Dr. Finnah Fourqoniah, S.Sos., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Murphy Radio sebagai perwakilan Kalimantan Timur serta pemilihan FISIP Unmul sebagai lokasi syuting kegiatan tersebut.
“Selamat untuk Murphy Radio yang sudah terpilih mewakili Kalimantan Timur dalam kegiatan Kemenekraf. Kami bangga ada komunitas lokal, band lokal yang bisa tembus dan dikurasi,” ujar Dr. Finnah.
Menurutnya, pemilihan FISIP Unmul sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri.

“Kami sangat senang FISIP Unmul menjadi lokasi syuting. Di FISIP Unmul banyak cerita menuju kesuksesan, dan kami berharap semangat itu tergambarkan dalam video klip yang sedang digarap,” jelasnya.
Dr. Finnah juga berharap agar ke depan semakin banyak komunitas musik dan budaya lokal yang bisa berpartisipasi dalam kegiatan serupa.
“Harapan kami ada grup musik lain di tahun-tahun mendatang yang bisa ikut serta. Kami akan selalu mendukung pengembangan musik lokal, budaya lokal, dan komunitas lokal agar bisa tampil di ajang nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Ia menegaskan komitmen FISIP Unmul untuk terus berkolaborasi dalam mendukung keberlangsungan budaya dan kreativitas masyarakat lokal.
“FISIP Unmul siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mendukung kebudayaan indigenous people di Kalimantan Timur agar bisa bertahan dan berkembang,” pungkasnya.
Kemenekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi ekosistem industri kreatif Indonesia agar lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan. Proses kurasi karya dan peserta program mempertimbangkan nilai-nilai lokal, orisinalitas, inovasi, serta kualitas teknis produksi.
Dengan program Akselerasi Kreatif, Kemenekraf berharap dapat melahirkan lebih banyak talenta kreatif daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat kreativitas Indonesia. (Mzhra)


satu Respon
Smoga sinergi program berdampak pada kemajuan kedua institusi ini.