KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Turnamen Biliar Trofi Gubernur Kalimantan Timur yang digelar di Dark House Billiard Samarinda, tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur. Lebih dari itu, kejuaraan ini diposisikan sebagai ajang strategis mengasah kesiapan atlet menghadapi agenda olahraga berjenjang, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Paser, Pra-PON, hingga target besar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Sejak pertandingan dimulai, atmosfer di arena pertandingan terasa berbeda. Suasana hangat antar-atlet berpadu dengan konsentrasi tinggi saat setiap pukulan diarahkan secara presisi. Turnamen ini menjadi ruang penting bagi atlet biliar Kaltim agar menguji teknik, strategi, sekaligus ketahanan mental pada situasi kompetitif yang mendekati level pertandingan resmi.
Ketua Pengurus Cabang POBSI Kota Samarinda, Saur Parsaoran Tampubolon, menyampaikan, turnamen ini diikuti oleh 128 atlet dari berbagai daerah. Seluruh peserta harus melewati tahapan seleksi yang cukup ketat sebelum masuk ke babak utama.
“Babak kualifikasi berlangsung pada 16-19, dengan 128 atlet. Pada babak utama, pertandingan dilakukan dengan sistem ganda untuk menyaring 64 atlet terbaik,” jelas Saur, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, format kompetisi tersebut dirancang agar memberikan pengalaman bertanding yang maksimal sekaligus memetakan kemampuan atlet secara objektif. Ia juga menegaskan, turnamen ini merupakan bagian dari pola pembinaan berkelanjutan yang terus didorong POBSI Kota Samarinda.
Pelaksanaan turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Dukungan tersebut dinilai penting agar menjaga kesinambungan pembinaan atlet, khususnya pada cabang olahraga biliar yang selama ini dikenal konsisten menyumbang prestasi bagi Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menegaskan, pemerintah provinsi menaruh harapan besar pada cabang olahraga biliar sebagai salah satu andalan perolehan medali.
“Turnamen ini menjadi motivasi sekaligus try out bagi atlet untuk menghadapi Porprov di Paser. Atlet akan diseleksi secara ketat menuju Pra-PON dan puncaknya PON di NTT dan NTB,” ujanya.
Ia menilai, turnamen semacam ini memiliki peran penting dalam menjaga atmosfer kompetisi sekaligus mengukur kesiapan atlet sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih besar. Dengan jam terbang yang terus meningkat, Faisal optimistis atlet biliar Kaltim mampu mempertahankan bahkan meningkatkan tradisi prestasi di tingkat nasional.
Melalui Turnamen Biliar Trophy Gubernur Kaltim, pemerintah daerah bersama induk organisasi olahraga berharap dapat melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga matang secara mental. Turnamen ini pun menjadi bukti, peringatan HUT Kaltim dapat diisi dengan kegiatan produktif yang berdampak langsung pada pembinaan prestasi olahraga daerah. (yud)