KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Kekosongan stok beras di Indogrosir Samarinda menjadi perhatian Pemerintah Kota Samarinda. Mengingat kebutuhan masyarakat akan meningkat menjelang Imlek, bulan Ramadan, dan hari raya Idulfitri yang tinggal menghitung hari.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan pentingnya ketersediaan beras yang memadai di pasaran. Ia pun meminta pihak manajemen Indogrosir untuk segera menindaklanjuti kekosongan stok tersebut. “Saya minta kepada Indogrosir untuk segera melakukan pengadaan beras, jangan sampai terlambat,” tegas Saefuddin.
Menurutnya, stok bahan kebutuhan pokok lainnya masih dalam kondisi aman. Namun, untuk beras, pengadaan perlu segera dilakukan karena sejumlah perayaan besar berlangsung hampir bersamaan. “Dalam minggu ini harus dipersiapkan karena kita melihat menjelang Imlek, puasa, dan Lebaran harus segera disiapkan agar tersedia, khususnya beras,” katanya.
Manager Food Indogrosir, Nasrul, menjelaskan bahwa persoalan stok beras tersebut terjadi akibat proses pengiriman yang tertunda. Ia mengatakan permintaan pengiriman sekitar 60 ton beras sudah diajukan dalam sepekan terakhir dan saat ini proses administrasinya tengah berjalan.
“Kami sudah melakukan pemesanan dan orderannya sudah ada. Kemungkinan bulan ini sudah tiba,” jelas Nasrul, menjawab pertanyaan terkait stok yang kosong.
Selain Indogrosir, Pemerintah Kota Samarinda juga melakukan pengecekan langsung ke distributor beras yang berada di kawasan Yos Sudarso. Dari hasil pengecekan tersebut, Saefuddin menyatakan stok di distributor masih aman, tapi pasokan dari luar daerah sempat terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi, sehingga muatan kapal yang biasanya 3 kali pengiriman turun menjadi 1 kali.
Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya sinergi antara distributor dan pemerintah untuk meningkatkan kuota pengiriman ke Samarinda agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. “Tapi saya tetap minta distributor bagaimana caranya menambah kuota yang dikirim ke Samarinda,” pungkasnya. (mell)