KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Wacana peremajaan transportasi publik menjadi kebutuhan di Kota Tepian. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan angkutan kota (angkot) yang dinilai sudah tidak layak akan segera digantikan dengan moda transportasi massal modern. Rencana ini diproyeksikan terealisasi pada 2026 mendatang melalui skema buy purchase of services atau membeli layanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan konsep yang akan diusung bukan lagi sistem setoran, melainkan pembayaran operator pada pemerintah dengan hitungan rupiah per kilometer. “Dalam rencana transportasi baru, pemerintah menyiapkan 7 trayek utama dan 6 trayek feeder,” ungkap Manalu, Rabu (24/9/25).
Trayek utama akan dilayani bus medium yang beroperasi di jalan protokol, sementara feeder menggantikan peran angkot, bisa menggunakan kendaraan kecil maupun high-end. Masing-masing trayek bakal dilayani tujuh unit bus dengan jarak antarbus sekitar 12 menit. Empat titik operasi utama juga disiapkan, salah satunya di kawasan Pasar Pagi, lengkap dengan area parkir pendukung.
“Skema operasionalnya tidak lagi seperti angkot yang dikejar setoran karena semua sudah dibayar pemerintah dengan sistem rupiah per kilometer,” jelasnya.
Meskipun begitu, ia mengakui waktu pelaksanaan belum ditetapkan. Usulan ini sudah masuk prioritas 2026. “Tapi dengan menyesuaikan kondisi anggaran pusat dan juga masukan dari kepala daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Dishub Samarinda masih berhadapan dengan keberadaan angkot tua yang tetap beroperasi meski sudah beberapa kali ditertibkan. “Pada akhirnya masyarakat juga yang akan memilih moda transportasi yang lebih baik,” tutupnya. (yud)