KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan, strategi ekspor daerah harus mengikuti selera dan standar pasar internasional, bukan semata mengandalkan kualitas produk menurut versi produsen lokal. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, menanggapi upaya daerah mendorong ekspor komoditas unggulan melalui pembinaan intensif bagi pelaku usaha.
Teguh menekankan pentingnya pendampingan khusus dari pihak mitra internasional agar produk lokal dapat beradaptasi dengan kebutuhan negara tujuan ekspor. “Nggak, nanti mereka pasti akan melakukan pembinaan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025.
Untuk menggambarkan pentingnya penyesuaian tersebut, Teguh menggunakan analogi sederhana. “Karena kan gini, sampean ingin makan pecel, yang cocok dengan lidah sampean atau yang cocok dengan penjual? Pembeli dong, bukan penjual. Kalau ikutin selera penjual, salah,” tuturnya.
Menurutnya, pendekatan ekspor tidak bisa didasarkan pada ego atau kebiasaan produsen lokal, karena pasar global memiliki ukuran selera, standar, dan kualitas yang berbeda-beda. “Maka mereka akan melakukan pembinaan bagaimana cara melakukan kompensasi, supaya sesuai market mereka,” jelasnya.
Teguh mengingatkan, perilaku mempertahankan standar produk tanpa menyesuaikan dengan permintaan pasar akan membuat produk tersebut sulit diterima. “Kalau kita ego dengan ego kita sendiri, ya market akan menutupkan,” katanya.
Pemerintah Kutim kini fokus mendorong koperasi dan UMKM untuk lebih adaptif terhadap perubahan pasar global, termasuk melalui pelatihan kualitas produk, pengemasan, dan manajemen mutu. Dengan strategi ini, Kutim tidak hanya ingin masuk pasar ekspor, tetapi juga mampu bertahan dan berkompetisi di dalamnya. (adv/diskominfokutim/yud)