merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Operasi Ketupat Mahakam 2026, Pemkot Tingkatkan Koordinasi dengan Forkopimda

img 20260310 wa0002
Rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan pelayanan dan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kantor Polresta Samarinda, Senin (9/3/2026), sebagai persiapan Operasi Ketupat Mahakam 2026. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi lintas sektoral bersama jajaran Polda Kalimantan Timur. Koordinasi tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom meeting pada Senin (9/3/2026), di Kantor Polresta Samarinda sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Rapat tersebut dihadiri oleh Andi Harun selaku Wali Kota Samarinda bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri, serta Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar bersama sejumlah pimpinan instansi terkait, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Koordinasi lintas sektor ini menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai aspek kesiapsiagaan menjelang hari raya berjalan optimal, mulai dari pengamanan wilayah, kelancaran arus transportasi, hingga ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan pemerintah daerah bersama aparat keamanan guna menghadapi potensi situasi yang muncul selama Operasi Ketupat Mahakam berlangsung.

“Kita mempersiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadan dan Idul Fitri dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 untuk mengantisipasi berbagai hal,” ujarnya.

Dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam, Pemkot Samarinda melakukan pengecekan kesiapan berbagai moda transportasi yang menjadi jalur mobilitas masyarakat, baik transportasi darat, udara maupun transportasi air.

Pemkot Samarinda juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan terpadu di beberapa titik strategis di Kota Samarinda sebagai bagian dari sinergi pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur.

Selain itu, pemantauan kondisi harga bahan pokok penting (bapokting) di pasaran juga dilakukan. Secara umum, pemerintah memastikan stok bahan pangan relatif aman hingga Lebaran.

Meski demikian, terdapat satu komoditas yang menunjukkan lonjakan harga cukup signifikan, yakni jagung. Harga jagung di pasaran diketahui berada di atas harga acuan pemerintah. “Harga standar pemerintah itu Rp6.500, tapi di lapangan ada yang kita temukan dari Rp10.000 sampai Rp15.000,” katanya.

Menurutnya, pemerintah bersama Satgas Pangan saat ini tengah mendalami penyebab lonjakan harga tersebut. Beberapa faktor yang diduga memengaruhi antara lain tingginya permintaan untuk kebutuhan pakan ternak serta kemungkinan terbatasnya pasokan di tingkat distributor.

Di sisi lain, pemerintah juga memantau situasi distribusi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM). Andi Harun mengatakan laporan dari pihak terkait menunjukkan ketersediaan BBM di daerah masih dalam kondisi aman hingga Lebaran.“Dari laporan Pertamina, setidaknya sampai Lebaran Idulfitri 2026 stok BBM aman,” ujarnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *