KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bagi pemerintah dan legislatif di Kalimantan Timur untuk lebih kompak memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Bambang Soepriyadi, menilai berbagai persoalan warga perlu disuarakan bersama agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan.
Menurut Bambang, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga anggota legislatif di daerah dan perwakilan Kaltim di tingkat pusat. Kekompakan diperlukan agar aspirasi yang muncul dari masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Teman-teman yang berjuang di pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, termasuk teman-teman di legislatif harus kompak bersatu menyuarakan aspirasi masyarakat Kaltim,” ujar Bambang usai menyerap aspirasi kelompok tani di Kelurahan Lok Bahu, Samarinda, Kamis (20/8/2026).
Ia menilai momentum kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan melihat persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons dengan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Bambang juga menyoroti penggunaan anggaran pemerintah. Ia mengingatkan agar anggaran yang telah dialokasikan tidak berhenti pada besarnya nilai belanja, tetapi harus terlihat dari manfaat yang diterima masyarakat.
“Kalau ada anggaran yang memang layak, itu harus benar-benar dibelanjakan untuk kebutuhan masyarakat. Jangan sampai anggaran besar, tapi masyarakat juga tidak bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Bambang menilai Kaltim perlu mulai memperkuat sumber-sumber ekonomi di luar sektor ekstraktif. Ketergantungan terhadap pertambangan, menurutnya, perlu diimbangi dengan pengembangan sektor yang dapat menopang perekonomian dalam jangka panjang.
Ia menyebut pertanian dalam arti luas, jasa, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan sebagai sektor yang perlu mendapat perhatian. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan Kaltim ketika produksi komoditas tambang mulai menurun.
“Jangan hanya mengandalkan ekonomi ekstraktif seperti tambang dan lain sebagainya. Harus benar-benar berubah ke pertanian dalam arti luas, jasa, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan,” tuturnya.
Bambang mengatakan perubahan arah ekonomi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang dan kerja bersama lintas pemerintahan. Dengan begitu, Kaltim tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang bersifat terbatas, tetapi memiliki sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan.
Baginya, kondisi masyarakat hari ini juga menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan. Perayaan HUT RI tetap menjadi bentuk syukur, tetapi persoalan yang masih dihadapi masyarakat tidak boleh diabaikan.
“Kita boleh merayakan Hari Kemerdekaan ini sebagai rasa syukur. Tapi di satu pihak, kita harus realistis melihat masyarakat hari ini masih banyak masalah dan itu harus kita carikan solusinya, supaya benar-benar yang dinamakan merdeka itu kita semua bisa merasakan kemerdekaan,” tandas Bambang. (mell)