KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Jagat maya Samarinda kembali dihebohkan dengan beredarnya video kapal jenis Single Propeller Oil Barge (SPOB) yang tampak berada sangat dekat dengan pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Selasa (24/2/2026) malam. Dalam rekaman tersebut, kapal terlihat seperti menempel pada bagian pelindung tiang.
Hal ini langsung menjadi perhatian publik mengingat Jembatan Mahulu merupakan salah satu akses penting penghubung antarwilayah di Kota Tepian. Selain itu, jembatan ini tercatat sudah tiga kali mengalami insiden tertabrak tongkang.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol, Hendri Umar, memastikan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan nakhoda yang terlibat. Dari hasil pendalaman awal, peristiwa itu melibatkan dua kapal. Salah satu kapal sempat melintang di alur sungai karena terbawa arus. Kapal lain kemudian berusaha menariknya agar kembali lurus.
“Dua kapal yang terlibat, salah satunya menarik kapal pertama yang sempat melintang agar bisa kembali lurus. Saat posisi melintang itulah kapal tersebut mengenai fender,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Hendri menjelaskan, fender yang tersenggol tidak terlihat jelas dari permukaan air sehingga kapal yang larut tidak sempat menghindar. Ia menegaskan, bagian yang terdampak bukan tiang utama jembatan, melainkan fender atau pelindung pilar yang memang dirancang untuk menahan dan meredam benturan kapal. “Yang terkena adalah bagian pelindung, bukan struktur utama tiang. Fender memang dirancang untuk meredam benturan,” tegasnya.
Saat ini, kepolisian masih mendalami apakah kejadian tersebut murni karena kapal terbawa arus atau ada unsur kelalaian. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jembatan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak PUPR Provinsi karena Jembatan Mahulu memang berada dalam kewenangan mereka.” tutupnya. (mell)