merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kabut Asap Selimuti Samarinda, BPBD Minta Anak dan Lansia Batasi Aktivitas

whatsapp image 2026 09 01 at 15.21.53
Kondisi langit Samarinda yang tampak berkabut. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Langit Samarinda mulai diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau El Nino.

Menanggapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda meminta kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah serta mengenakan masker.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan imbauan tersebut dikeluarkan meski kualitas udara Samarinda saat ini masih berada di kategori sedang menurut pemantauan BMKG. Meski begitu, ia mengakui warga sudah mulai merasakan dampaknya mulai dari kabut yang terlihat jelas hingga mata yang terasa perih.

“Berdasarkan pantauan dari BMKG kategorinya sedang, artinya masih aman. Namun demikian kita semua kan bisa merasakan bahwa mulai ada agak perih, kemudian juga mulai ada kabut,” ujar Suwarso, Selasa (1/9/2026).

Ia mengungkapkan, kualitas udara sempat menyentuh kategori buruk di Samarinda Utara dan Palaran. Kabar baiknya, pemantauan terkini menunjukkan dua wilayah tersebut sudah kembali ke kategori sedang.

“Untuk kelompok yang rentan seperti anak-anak, lansia, itu kalau aktivitas keluar rumah menggunakan masker. Atau kalau tidak ada kegiatan yang penting sebaiknya tidak keluar rumah,” katanya.

Soal kemungkinan asap kiriman dari luar daerah, Suwarso mengaku belum bisa memastikan. Yang ia ketahui, masih ada titik kebakaran di perbatasan Samarinda dengan Kutai Kartanegara, namun penanganannya dilakukan bersama agar api tidak meluas.

“Memang ada kebakaran di daerah perbatasan kita dengan Kukar, tapi rata-rata kita bisa padamkan bersama dengan pihak Kukar,” ujarnya.

Suwarso menyebut, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda untuk memantau dampak kondisi udara terhadap kesehatan warga, khususnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Fasilitas kesehatan pun telah disiagakan, dan jika kasusnya melonjak signifikan, Dinas Kesehatan akan menyesuaikan penanganan lewat puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Kasus ISPA di Kota Samarinda memang tercatat mengalami peningkatan sepanjang Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat rata-rata kasus ISPA akut mencapai 206,2 kasus per hari pada periode 1–22 Agustus, naik 22,8 persen dibandingkan rata-rata Juli yang berada di angka 167,9 kasus per hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih, menegaskan kenaikan tersebut belum sampai memicu lonjakan kasus berat yang mengharuskan pasien dirawat di rumah sakit.

“Yang 22 persen itu khusus Agustus kita pantau. Kita bandingkan dengan bulan Juli, kita bandingkan dengan bulan Juni. Ternyata terjadi peningkatan sekian persen,” kata Ismid.

Ia menyebut ISPA memang kerap mendominasi kasus kesehatan di Samarinda, bahkan pada masa-masa tanpa kekeringan sekalipun. Karena itu, kenaikan kasus belakangan ini tetap perlu dicermati untuk melihat ada tidaknya kaitan dengan kondisi lingkungan dan kualitas udara.

Kabar baiknya, kata Ismid, penanganan ISPA sejauh ini masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, tanpa ada lonjakan kasus di rumah sakit.

“Tapi kalau sejauh ini artinya penyakit ISPA meskipun terjadi peningkatan, masih cukup di fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas, dan klinik untuk pengobatan. Dan dari rumah sakit itu belum ada peningkatan,” tutup Ismid. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *